9 September 2016 - 03:15
Seminar Internasional “Islam Tanpa Sekte" Akan Terselenggara di Malaysia

Gerakan intelektual, Islamic Renaissance Front (IRF) akan mengadakan "Seminar Antarabangsa tentang Islam Tanpa Sekterianisme II" di Hotel Concorde, Kuala Lumpur, pada hari Sabtu (10/9).

Menurut Kantor Berita ABNA, Gerakan intelektual, Islamic Renaissance Front (IRF) akan mengadakan "Seminar Antarabangsa tentang Islam Tanpa Sekterianisme II" di Hotel Concorde, Kuala Lumpur, pada hari Sabtu (10/9). Seminar Internasional tersebut disebutkan bertujuan membicarakan wacana konflik sektarianisme Sunni dan Syiah yang telah dimanipulasi oleh pihak tertentu demi memenuhi kepentingan politik mereka. Menyorot sejumlah peristiwa yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini, konflik berbaur mazhab telah menggoncang dunia Islam. Kaum Syiah telah diserang dengan ganasnya di Irak, Bahrain, Pakistan, Indonesia dan Mesir.

Episode sejarah yang mencoreng wajah Islam ini tidak harus menjadi justifikasi untuk memvonis kelompok Sunni-Syiah tidak dapat didamaikan. Dalam sebahagian besar sejarah Islam masih terdapat kehidupan toleransi dan harmoni antara kedua-dua pengikut mazhab ini meskipun masing-masing terdapat sejumlah perbedaan. Justru itu, pihak pelaksana dari IRF berusaha untuk membahas isu tersebut dan kembali mempertegas pesan persatuan dan toleransi yang pernah disepakati bersama sejumlah ulama Islam dari berbagai mazhap dalam Risalah Amman (The Amman Message) pada tahun 2004 di Yordania. Pihak pelaksana juga berharap seminar internasional tersebut dapat menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama untuk diperhatikan dan dilaksanakan pemimpin, tokoh-tokoh serta masyarakat Islam untuk mewujudkan persatuan Islam dan menghindari perpecahan karena perbedaan mazhab.

Rencananya seminar tersebut akan dibuka secara resmi oleh Al-Fadhil Ustaz Abdul Ghani Shamsuddin, Anggota Kesatuan Ulama Muslimin Sedunia (Al-Ittihaad al-‘Aalami li’ Ulama’i al-Muslimin) dan akan menghandirkan Dr Chandra Muzaffar dari International Movement for A Just World (JUST), Prof Azyumardi Azra dari Fakultas Adab dan Kemanusiaan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dr Karim Douglas Crow dari Council for Research in Values and Philosophy (RVP) dan Dr Syed Farid Alatas dari Universiti Kebangsaan Singapura (NUS). Dato’ Dr. Ahmad Farouk Musa dari Islamic Renaissance Front disebut akan memandu jalannya seminar yang akan dilangsungkan di Concorde V, Hotel Concorde, Kuala Lumpur Malaysia tersebut.