Menurut Kantor Berita ABNA, pasangan muslim Amerika Serikat di protes dan di komplain oleh salah seorang kru pesawat penerbangan Paris-Cincinati maskapai penerbangan Delta Airlines lantaran penampilan mereka yang Islami.
Nazia dan Faisal Ali yang berkunjung ke Paris untuk merayakan sepuluh tahun usia perkawinan mereka, dalam perjalanan pulang menjadi sasaran protes salah seorang kru pesawat dan akhirnya mereka di turunkan dari pesawat.
Kru pesawat tersebut mengklaim bahwa Faisal tampak keringatan ketika memasuki pesawat dan terus-menerus mengucapkan lafaz “Allah” sementara Nazia terlihat mengenakan jilbab. Pada akhirnya, mereka melaporkan perilaku yang di anggap mencurigakan ini kepada pilot pesawat dan setelah melakukan kontak dengan menara kontrol bandara mengumumkan, “Pesawat tidak akan lepas landas selama pasangan ini masih di dalam pesawat”.
Nazia dalam perbincangannya dengan pengurus Dewan Hubungan Amerika dan Islam(CAIR) terkait masalah ini mengatakan, “Setelah komplain yang di lakukan kru pesawat, aparat keamanan masuk dan meminta kami untuk turun dan seluruh barang keperluan kami pun ikut di keluarkan dari pesawat”.
Pasangan muslim dari Pakistan tersebut terpaksa membatalkan penerbangan ini serta menginap semalam di bandara Paris dan pada esok harinya mereka melanjutkan perjalanan ke Cincinati lewat penerbangan lainnya.
Dewan Hubungan Amerika dan Islam(CAIR) telah menyiapkan gugatan terhadap maskapai penerbangan Delta Airlines, mereka menuduh pramugari dan kru penerbangan maskapai penerbangan ini telah melakukan diskriminasi rasial dan mereka menuntut agar kasus ini segera di tangani.
Dewan ini juga mendesak Departemen Transfortasi AS agar memperhatikan kasus ini serta kasus-kasus diskriminasi-rasial serupa terhadap para penumpang muslim sehingga dapat mengambil langkah-langkah antisipatif guna mencegah terulangnya tindakan-tindakan serupa.
Maskapai penerbangan Delta Airlines lewat sebuah pernyataan berjanji melakukan investigasi terkait peristiwa ini dan menambahkan, “Maskapai penerbangan ini mengutuk segala bentuk diskriminasi terhadap para pelanggangnya”.
Di sebutkan pula bahwa pada kejadian serupa yang terjadi pekan sebelumnya, dua orang muslimah Amerika di minta untuk membatalkan penerbangan Washington – Miami. Kedua muslimah ini yang juga merupakan pegawai pada instansi pemerintah Amerika, di turunkan dari pesawat lantaran salah seorang pramugari merasa “Tidak nyaman” dengan kehadiran mereka.