19 Juni 2016 - 01:34
Krisis Yaman, Irak dan Suriah Terjadi Karena Petro Dolar Saudi

Khatib shalat Jumat Tehran, menyeru bangsa-bangsa Muslim untuk bersatu menghadapi makar imperialisme dan Zionisme global dalam melawan Islam yang murni.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Muhammad Emami Kashani dalam khutbah Jumatnya di Tehran (17/6) menjelaskan bahwa dewasa ini wajah kaum imperialis dan rezim Zionis telah terkuak bagi masyarakat dunia seraya mengatakan, "Umat Islam dunia baik itu Syiah maupun Sunni bertanggungjawab dalam menjaga sunnah Rasulullah Saw dan Al-Quran serta harus menjaga keduanya dengan mempertahankan persatuan."

Ayatullah Khashani menjelaskan bahwa musuh menggunakan sekelompok orang yang diperkenalkan sebagai Muslim untuk mengadu umat Islam, seraya menjelaskan, "Meski seluruh upaya perpecahan dan makar, Revolusi Islam dan Islam yang murni dengan cepat sedang menyebar ke seluruh dunia."

Khatib shalat Jumat Tehran juga menilai Rahbar sebagai kunci keberlangsungan Revolusi Islam Iran dan mengatakan, "Beliau adalah satu-satunya orang yang mengetahui rencana dan tujuan musuh-musuh Islam, serta menjelaskan dan menganalisa dengan baik dan jelas politik imperialis untuk semua golongan."

Ayatullah Kashani menjelaskan bahwa umat Islam dunia tidak boleh membiarkan musuh-musuh Islam berhasil menggapai tujuan-tujuan mereka di kawasan termasuk Yaman, Irak dan Suriah.

Menurutnya pembantaian dan kejahatan yang sedang terjadi di Yaman, Suriah dan Irak, semuanya terjadi berkat petro dolar Arab Saudi, politik rezim Zionis Israel dan kekuatan Amerika Serikat.

Khatib shalat Jumat Tehran menyinggung berbagai transformasi terbaru Bahrain dan menjelaskan, "Di negara itu, para ulama ditekan, masjid-masjid ditutup dan masyarakat dianiaya. Negara-negara Islam harus memperhatikan masalah ini dan mencari solusi guna mengakhiri kesadisan tersebut."

Dia lebih lanjut menyayangkan kekerasan terhadap warga Syiah Pakistan dan menyinggung protes warga Sunni dan Kristen negara itu atas kekerasan terhadap komunitas Syiah, Ayatullah Kashani meminta pemerintah Pakistan untuk merevisi kinerjanya dan mencegah perluasaan ekstrimisme.