Menurut Kantor Berita ABNA, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran, Ayatullah Akbar Hashemi Rafsanjani menyatakan, keamanan Republik Islam Iran di antara negara-negara regional, adalah berkat pengalaman pemberantasan kelompok-kelompok teroris. Hal tersebut dikemukakannya pada Sabtu malam (30/4) saat menerima kunjungan dari Ketua Senat Belgia di Tehran.
Menyinggung sejarah 170 tahun hubungan kedua negara dan partisipasi Belgia dalam pembangunan jalur kereta api dan pembenahan sistem bea cukai, pajak dan pos Iran, Rafsanjani mengatakan, hubungan kedua negara harus ditingkatkan mengingat kapasitas besar yang dimiliki.
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran, menganalisa rencana dan aktivitas para teroris selama bertahun-tahun pasca kemenangan Revolusi Islam, seraya mengatakan, selain presiden, perdana menteri dan ketua lembaga yudikatif yang gugur syahid diteror para teroris, banyak di antara para pejabat saat ini termasuk Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran yang menderita akibat aksi para teroris.
Rafsanjani menekankan poin ini bahwa para teroris telah berubah menjadi ancaman global dan menyinggung propaganda kelompok tersebut di media sosial seraya mengatakan, "Sayang sekali mereka telah menebar benih di sebagian besar wilayah dunia di mana kita saksikan tindak kejahatan mereka di Brussel dan Paris."
Di lain pihak, Christine Defraigne, Ketua Senat Belgia, pada pertemuan tersebut memperkenalkan delegasi senat yang menyertainya dan menyinggung catatan panjang hubungan kedua negara dan menegaskan, "Untuk saat ini perluasan hubungan di semua lini sangat urgen dan kami dalam berbagai pertemuan menekankan perluasan kerjasama farmasi, kedokteran dan antariksa."
Ketua Senat Belgia juga menyerahkan laporan tentang program dan pertemuan di Iran, seraya menekankan bahwa pemberantasan terorisme merupakan salah satu di antara tujuan kunjungannya ke Tehran.