Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nasir Makarim Shirazi, ulama marja taklid Iran pada sesi pengajarannya di Masjid Adzham Qom rabu (27/4), dihapadan ribuan santri Hauzah Ilmiah mengkritik ketidak becusan rezim Arab Saudi dalam mengelola penyelenggaraan haji yang disebutnya tiap tahun bisa dipastikan sering memakan korban jiwa dari jamaah haji yang tidak sedikit. Dalam pernyataannya, ulama marja taklid Syiah tersebut mengusulkan agar penyelenggaraan haji dikelola secara professional oleh sebuah lembaga khusus haji yang beranggotakan delegasi dari berbagai negara muslim.
“Ketidak becusan Arab Saudi tersebut dalam mengelola pelaksaan haji bukan karena tidak mampu, melainkan adanya rasa tidak hormat pada jamaah haji Iran yang disebabkan perbedaan sikap politik mereka dengan pemerintah Iran. Ziarah ke tanah suci harus disertai dengan rasa aman, sementara Arab Saudi lalai dengan itu.” tambahnya.
“Mengaitkan haji dengan isu-isu politik adalah kesalahan besar yang dilakukan Arab Saudi. Mereka harusnya melakukan pelayanan secara professional kepada semua jamaah haji dari negara manapun mereka berasal, tanpa memandang sikap politik negara yang bersangkutan.” lanjut ulama fakih yang sekaligus Mufassir Al-Qur’an tersebut.
Ayatullah Makarim Shirazi lebih lanjut mengatakan, “Karena itu kami mengusulkan agar Haramain dikelola oleh lembaga independen yang diisi oleh para ahli yang dipilih oleh OKI. Dengan beranggotakan negara-negara muslim, Haramain bisa dikelola lebih professional dan terlepas dari berbagai kepentingan dan isu politik apapun.”
“Tragedi di Mina pada penyelenggaraan Haji tahun lalu, adalah tragedi yang paling menyakitkan sepanjang sejarah, dengan korban jiwa lebih dari seribu orang, membuktikan Arab Saudi melakukan kelalaian besar.” ungkapnya.
Lebih lanjut Ayatullah Makarim Shirazi mengatakan akan menyampaikan usulannya tersebut dalam konferensi internasional ulama-ulama Islam yang tidak lama lagi akan terselenggara di Universitas al Azhar Kairo Mesir.
Dengan menyitir ayat suci Al-Qur’an mengenai hak setiap muslim atas Masjidil Haram, Ayatullah Makarim menegaskan pengelolaan haji dibawah kendali lembaga yang beranggotakan negara-negara muslim tidak akan melanggar kedaulatan Arab Saudi.
Disebutkan, tragedi Mina pada penyelenggaraan haji tahun 2015 menelan korban jiwa lebih dari seribu jamaah haji dengan korban jiwa terbanyak berasal dari Iran.