27 April 2016 - 18:39
Setiap Warga Negara Berkewajiban Mendukung Produk Dalam Negeri

Rahbar dalam ceramahnya mengkritik budaya konsumerisme masyarakat Iran yang menurutnya semakin menggila utamanya dalam penggunaan produk-produk luar negeri. Ia menegaskan bawah semua pihak harus mendukung produksi dalam negeri dan menyebutnya sebagai kewajiban setiap warga negara.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei menyinggung kelicikan Amerika Serikat yang tetap mejaga formasi sanksi Iran agar negara-negara dan para investor asing tetap khawatir dan ketakutan untuk menanamkan investasinya di Iran. Hal tersebut disampaikan Rahbar dalam pertemuannya dengan ribuan buruh di Husainiyah Imam Khomeini Tehran pada rabu (27/4) dalam memperingati pekan buruh nasional yang diperingati di Iran secara nasional.

Dalam lanjutan pernyataannya, Ayatullah Sayid Ali Khamanei mengatakan AS sampai sekarang masih melakukan sabotase terhadap Iran sembari berpura-pura mengajak negara-negara dunia untuk menjalin bentuk kerjasama baru. “Di atas kertas, AS mengatakan bank-bank dunia boleh melakukan transaksi keuangan dengan Iran, namun praktiknya mereka tetap menghembuskan isu Iranphobia sehingga tidak ada kerjasama perdagangan yang dapat dilaksanakan di Iran.” kata pemimpin tertinggi di Iran tersebut.

“Seorang pejabat AS mengatakan, sebagian sanksi atas Iran harus tetap dipertahankan agar investor asing tetap khawatir dan tidak menjalin kerjasama dengan Iran.” tambahnya.

Menurut Rahbar, pernyataan pejabat AS tersebut adalah bentuk kegagalan AS untuk menghormati hasil perjanjian nuklir yang salah satu poinnya mencabut sanksi ekonomi atas Iran secara bertahap.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengakui awal bulan ini bahwa Iran berhak mendapat akses ke sistem ekonomi dunia karena telah memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir. Namun dalam kenyataannya, AS tetap menghalang-halangi negara-negara yang dibawah pengaruhnya untuk tidak bekerjsama dengan Iran.

Pada bagian lain pernyataanya, Ayatullah Khamenei menegaskan perlunya memperhatikan produksi dalam negeri dan mengurangi impor barang buatan luar negeri.

"Produksi dalam negeri harus diakui sebagai masalah yang sakral. Sebuah komoditas yang memiliki versi domestik tidak harus diimpor sama sekali, " tegasnya.

Rahbar dalam ceramahnya juga mengkritik budaya konsumerisme masyarakat Iran yang menurutnya semakin menggila utamanya dalam penggunaan produk-produk luar negeri. Ia menegaskan bawah semua pihak harus mendukung produksi dalam negeri dan menyebutnya sebagai kewajiban setiap warga negara.

Ayatullah Ali Khamanei juga menyinggung masalah penyelundupan barang impor sebagai masalah serius dan menyebutnya sebagai racun bagi produksi dalam negeri. "Saya telah berulang kali mengingatkan pemerintah akan seriusnya masalah ini. Bahwa impor harus dikurangi dengan cara menerapkan tarif pajak yang besar untuk barang impor. Namun mereka mengatakan bahwa jika tarif berat dikenakan, penyelundupan barang akan meningkat. Namun menurut saya, alasan seperti itu tidak dapat diterima.” ungkapnya.

“Orang-orang yang berkompeten dan mampu harus ditugaskan untuk tugas ini, dan pemerintah berkewajiban untuk memperkuat lembaga terkait untuk menghadapi berbagai bentuk penyelundupan dan aktivitas ekonomi yang berpotensi merugikan negara.” usulnya.

Dalam ceramahnya juga, Rahbar mengatakan, masyakarat pekerja adalah sebuah masyarakat yang loyal kepada Revolusi Islam dan pemerintah. Dalam setiap peristiwa penting revolusi dan pasca kemenangan Revolusi Islam, para pekerja selalu hadir.

Ali Rabiei, Menteri Tenaga Kerja Iran di awal pertemuan menyampaikan laporan terkait aktivitas-aktivitas yang sudah dilakukan kementeriannya untuk memulihkan kondisi kerja dan para pekerja Iran.