13 Februari 2016 - 17:24
Khatib Shalat Jumat Tehran Puji Partisipasi Luas Pawai 22 Bahman

Khatib Shalat Jumat Tehran memuji partisipasi luas dan patut diteladani rakyat Iran dalam pawai akbar 22 Bahman (11 Februari) untuk memperingati kemenangan Revolusi Islam ke-37.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Jum'at Tehran Hujjatul Islam wal Muslimin Kazem Seddiqi dalam khutbah Jumat kedua, di Tehran, ibukota Iran, Jumat (12/2) memuji partisipasi luas rakyat Iran dalam pawai akbar 22 Bahman. Ia mengatakan, "Perayaan 22 Bahman tahun ini kembali membanggakan Republik Islam Iran, sebab rakyat negara ini kembali menunjukkan suka cita mereka atas kemenangan Revolusi Islam kepada dunia," kata 

Ia menegaskan, rakyat Iran di hari 22 Bahman telah membuktikan bahwa mereka hingga sekarang masih bertekad untuk mempertahankan Republik Islam Iran dan melawan arogansi kekuatan-kekuatan dunia.

Selain itu, kata Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi, mereka tidak akan pernah meninggalkan cita-cita Imam Khomeini ra dan bimbingan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyinggung pemilu parlemen dan Dewan Ahli Kepemimpinan yang rencananya akan digelar pada tanggal 26 Februari.

Ia meminta para kandidat yang mencalonkan diri untuk menjaga akhlak Islam, taat kepada undang-undang serta menghindari pemborosan dalam berkampanye.

Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi menuturkan, mereka yang berkampanye dengan kebohongan dan penipuan atau dengan mengumbar janji-janji yang tidak realistis kepada masyarakat, tidak akan pernah mendapat ridha dari Allah Swt.

Khatib Shalat Jumat Tehran juga menasihati para kandidat pemilu dan mengatakan, "Jelaskan sisi-sisi positif kalian dan jangan menafikan orang (kandidat) lain. Jangan memfitnah dan jangan saling membuat keributan."

Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi meminta rakyat Iran untuk memilih kandidat yang terbaik dan paling memenuhi syarat dalam konteks menjaga cita-cita Revolusi Islam dan cita-cita pendiri Republik Islam Iran.

Ia berharap pemilu tahun ini akan berlangsung dengan partisipasi luas rakyat Iran seperti pemilu-pemilu sebelumnya dan menarik kepuasan semua pihak.

Di bagian lain dari khutbahnya, Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi mengungkapkan kekhawatiran atas konflik berdarah di negara-negara kawasan termasuk Yaman, Suriah, Bahrain dan Irak.

"Perang dan konflik di negara-negara tersebut harus diakhiri. Keamanan dan ketenteraman di negara-negara itu akan tercipta dengan hancurnya kelompok-kelompok teroris Takfiri," pungkasnya. (IRIB)