26 Januari 2016 - 23:44
Hormati Presiden Iran, PM Italia Perintahkan Sterilkan Museum

Dalam pandangan Islam, seorang muslim diharamkan untuk memandang tubuh manusia dalam keadaan telanjang, meskipun itu hanya berupa gambar atau patung.

Menurut Kantor Berita ABNA, dalam kunjungan kerjanya ke Italia, Presiden Republik Islam Iran Hasan Rouhani disambut secara khusus oleh Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi pada senin (25/1). Setelah melakukan serangkaian pertemuan penting dan menghasilkan perjanjian kerjasama Roma-Teheran, Presiden Rouhani mengunjungi museum terkenal di Roma.

Ada yang menarik saat Presiden Iran beserta rombongannya tersebut mengunjungi  Musei Capitolini (Museum Capitoline), yang memiliki banyak koleksi artefak dari periode kuno, abad pertengahan dan renaissance. Karya museum, semua patung-patung telanjang di tutupi panel putih besar agar tidak terlihat Presiden Rouhani dan rombongannya. Alasannya, sebagaimana yang dijelaskan Presiden Italia, Matteo Renzi bahwa hal tersebut untuk menghormati Presiden Iran yang beragama Islam. Dalam pandangan Islam, seorang muslim diharamkan untuk memandang tubuh manusia dalam keadaan telanjang, meskipun itu hanya berupa gambar atau patung. Dalam pertemuan resmi tersebut, minuman beralkoholpun sama sekali tidak disajikan.

Disebutkan, Rouhani tiba di Roma pada hari Senin (25/1) sebagai kepala delegasi lebih dari 100 pengusaha dan pejabat penting negara pada leg pertama perjalanan ke tiga kota di Eropa. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membangun kembali hubungan ekonomi, dengan kontrak senilai 17 miliyar Euro. Selepas dari Italia, Rouhani beserta rombongan akan berangkat ke Perancis pada 27 Januari.