Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani dalam khutbah Jumatnya pekan ini di Tehran menyoroti pertemuan menteri-menteri luar negeri beberapa negara dunia untuk mengkaji krisis Suriah di Wina, Austria, Jumat (30/10).
Ia menuturkan, “Kejahatan-kejahatan kelompok teroris di Suriah harus segera dihentikan.
Ayatullah Kermani menambahkan, “Untuk merealisasikan tujuan ini, segala bentuk dukungan dana dan logistik beberapa negara untuk kelompok-kelompok teroris harus dilarang.”
Menurut Khatib Jumat Tehran, rakyat Suriah adalah satu-satunya pihak yang menentukan dan memutuskan masa depan serta nasib negaranya. “Bangsa Suriah dalam pemilu yang bebas, memilih Bashar Assad sebagai presiden negara itu dan keputusan mereka tersebut harus dihormati,” ujarnya.
Ayatullah Kermani juga mengaku terkejut atas pengulangan ancaman militer Presiden Amerika Serikat terhadap Iran pasca dicapainya kesepakatan nuklir.
Kepada Amerika ia menyarankan, “Jangan takuti rakyat Iran dengan opsi militer dan jika suatu hari kalian melakukan kesalahan besar semacam ini, ketahuilah kalian akan menyesal dan harus menerima akibat buruknya.”
Imam Jumat Tehran itu juga menyinggung surat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar terkait Rencana Aksi Komprehensif Bersama, JCPOA
Ia menuturkan, “Syarat-syarat yang disampaikan Rahbar dalam JCPOA harus dilaksanakan tanpa pengurangan sedikitpun, pasalnya menurut rakyat, JCPOA hanya bisa diakui secara resmi dengan syarat-syarat ini.”
Ayatullah Kermani menegaskan bahwa berdasarkan pengalaman dan rekam jejaknya, inkar janji serta pengkhianatan Amerika diketahui oleh semua orang.
“Jika Amerika melanggar komitmen terkait JCPOA, maka Iran akan menilainya sebagai pelanggaran kesepakatan dan sebagai balasannya, Tehran akan berhenti melaksanakan komitmen-komitmennya,” papar Ayatullah Kermani.
Khatib Jumat Tehran juga menganggap dijatuhkannya hukuman mati atas Syeikh Nimr Baqir Al Nimr, ulama Muslim Syiah Arab Saudi sebagai satu lagi kesalahan besar Al Saud.
Kepada pemerintah Saudi, Ayatullah Kermani mengatakan, “Dampak eksekusi mati atas Syeikh Nimr bagi Saudi akan sangat berat dan pemerintahan ini akan semakin terseret ke jurang keruntuhan.”
Di akhir khutbahnya, Ayatullah Kermani menyinggung ungkapan kebencian yang disampaikan oleh rakyat Tunisia atas rezim Zionis Israel dengan memboikot produk-produk Israel di negara itu.
“Langkah yang dilakukan rakyat Tunisia ini adalah sebuah langkah berani dan patut diapresiasi,” pungkasnya. (IRIB)