Menurut laporan ABNA, Presiden Rouhani dalam acara Peringatan Pekan Pertahanan Suci, yaitu hari dimulainya agresi rezim diktator terbunuh Irak, Saddam Hussein, ke Iran pada 1980, yang diadakan pada hari selasa [22/9] di sisi makam Imam Khomaini di pinggiran kota Teheran, menyatakan bahwa masa yang paling membanggakan dalam pembelaan orang-orang Iran terhadap tanah leluhurnya terjadi pada masa Pertahanan Suci selama delapan tahun perang Iran-Irak. Beliau menegaskan, “Kita sama sekali tidak ingin melakukan agresi ke negara manapun, tetapi kita akan membela dengan baik tanah dan negeri kita sendiri.”
Hujjatul Islam wal Muslimin, Dr. Hassan Rouhani selanjutnya berkata, “Pimpinan tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran yang kita semua bangga terhadap manajemen, keberanian dan keimanannya, serta iman dan cinta kepada tanah air dan bangsa yang besar yang penuh dengan kebanggaan adalah kunci kesuksesan dalam meningkatkan kemampuan bertahan dan pembelaan yang memang itu adalah Pertahanan Suci.”
Beliau juga menegaskan tentang urgensi peperangan terhadap teroris di kawasan Timur Tengah, dan menegaskan bahwa saat ini Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran merupakan kekuatan terbesar dan terkuat di kawasan yang berjuang menghadapi teroris. Presiden Rouhani mengatakan Republik Islam Iran--dengan permintaan sebagian negara di kawasan—akan membantu mereka dalam melawan kaum teroris, dan bila di negara-negara lain (semoga tidak terjadi), teroris ingin beraktifitas dan menegaskan hegemoninya, maka kita akan membantu mereka menghadapi teroris. Dan bangsa-bangsa di kawasan mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah mampu—saat menghadapi teroris—bertumpu kepada Barat dan hanya kekuatan militer Republik Islam Iran yang mampu meluluhlantahkan kaum teroris.
Dr. Rouhani dalam permulaan pembicaraannya tanggal 30 Syahriwar (Kalender Persia) pada setiap tahun sebelum tahun 1359, senantiasa dikenang sebagai hari yang penuh dengan kebanggaan bagi Angkatan Bersenjata dan bangsa Iran. Dan beliau mengatakan, “Orang-orang asing berpikir bahwa dalam kondisi permulaan revolusi Islam yang menurut pandangan mereka itu diikuti dengan pelemahan otoritas dan kekuasaan pemerintahan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Iran bahwa mereka mampu untuk mewujudkan mimpi-mimpi panjang yang bertahun-tahun sebelumnya ada dalam otak mereka.”
Beliau menambahkan, “Bangsa Iran meskipun menghadapi pelbagai kesulitan dalam naungan revolusi, mereka justru lebih hidup, mereka lebih siap dari zaman sebelumnya dan dengan perang yang dipaksakan, maka bangsa ini lebih hidup lagi dari sebelumnya.”
Presiden sekaligus Pimpinan Dewan tinggi Keamanan Nasional tersebut juga menjelaskan bahwa Pertahanan Suci selama delapan tahun tercatat dalam sejarah dan menjadi pelajaran bagi semua kalangan. Beliau juga mengatakan, “Perang delapan tahun yang dipaksakan meskipun membawa pelbagai problema dan kerugian, tetapi juga membawa pengaruh-pengaruh yang berharga dan pengaruh utamanya adalah bahwa Pertahanan Suci bagi kita justru membangun bangsa, dan bangsa Iran dalam peristiwa Pertahanan Suci ini berubah menjadi bangsa yang harmonis, pejuang, dan kuat dalam menghadapi para agresor dan orang-orang asing.”
Dr. Rouhani melanjutkan, “Sebagian mengira bahwa hanya dengan situasi yang tenang, bangsa akan terbangun dan dengan pola pikir seperti ini mereka mencoba mengambil contoh dari sejarah, tetapi masa setelah revolusi Islam kita melihat bahwa terdapat kekuatan besar yang mampu membangun sebuah bangsa yang bersatu dan harmonis, tegar dan teguh dan mampu membela di hadapan agresi para agresor, dan pada Pertahanan Suci, kita menyaksikan bahwa seluruh kaum dan seluruh mazhab bersatu dalam satu bendera dan berada dalam satu saf untuk menghadapi musuh.”
Beliau menjelaskan bahwa Pertahanan Suci justru membangun rakyat Iran menjadi bangsa yang kuat dan besar serta setia kawan. Beliau juga menegaskan, “Orang-orang yang menginginkan keburukan terhadap bangsa Iran, mereka menuduh kami bahwa Iran setelah revolusi ingin membangun Angkatan Bersenjata yang fundamental dan kuat, dan ingin memaksakan kehendaknya kepada negara-negara tetangga dan bangsa-bangsa lain, tetapi pada perang yang dipaksakan tampak bahwa siapa mereka yang sedang melakukan agresi dan mana ideologi yang memang sedang menginginkan agresi dan intervensi.”
Presiden Rouhani juga menambahkan, “Pertahanan Suci di Iran menunjukkan bahwa rezim mana yang sesungguhnya melakukan agresi yang di samping pada bangsa-bangsa tetangga dan bahkan bangsanya sendiri, dan bahkan kepada negara-negara yang pada masa agresi justru mendukungnya, mereka tidak pernah berbuat kasih sayang, dan bila terdapat kesempatan mereka akan melakukan agresi terhadap seluruh bangsa di kawasan.
Dr. Rouhani mengatakan, “Pertahanan Suci kita menunjukkan bahwa agama dan keyakinan kepada Allah tidak hanya tidak bertentangan dengan kecintaan kepada negeri, tetapi cinta kepada negeri dan agama justru berdampingan. Dan pada masa Pertahanan Suci, kita menyaksikan bahwa dua hal ini saling berdampingan.”
Beliau menegaskan bahwa pada masa Pertahanan Suci telah terwujud sebuah pertahanan yang paling membanggakan dalam sejarah negeri ini dan beliau mengemukakan, “Bila semua abad-abad yang lalu kita lewati dan kita teliti, kita akan melihat bahwa tidak ada peperangan dan pertahanan yang bobotnya seperti masa Pertahanan Suci; iman, kesemangatan, ketegaran telah didemonstrasikan secara apik saat itu.”
Presiden mengatakan, “Militer yang nasionalis, Islamis, dan ideologis di kawasan ini tidak ada tandingannya, dan tentara yang penuh kebanggaan yang muncul dari hati revolusi dan rakyat yang mukmin di negeri ini adalah sumber kebanggaan negara ini. Pemuda-pemuda yang mulia dan revolusioner di negeri ini tanpa mereka melewati masa-masa latihan militer yang penuh dengan kesulitan, namun dengan penuh keimanan dan inovasi, mereka mampu menciptakan kesemangatakan yang sangat tinggi yang pernah diciptakan oleh orang-orang yang bertahun-tahun telah melewati jejang-jenjang militer.”
Dr. Rouhani menambahkan, “Disana ketika iman, jihad, kerja keras, pengorbanan, cinta, akal, manajemen, dalam posisi teraniaya, keberanian, ketika semua itu berdampingan, maka terciptalah kesemangatan. Angkata Bersenjata kita benar-benar teraniaya, dan dengan tangan kosong mereka berperang. Pasukan yang sebelum permulaan Pertahanan Suci menghadapi para teroris dan kekuatan-kekuatan bersenjata bayaran di dalam negeri dan mereka membela revolusi, dan dengan permulaan Pertahanan Suci mereka menunjukkan ketegarannya dengan tangan kosong di hadapan pasukan yang paling lengkap senjatanya di kawasan, dan secara cemerlang, mereka menang. Dan saat pasukan yang pemberani ini berada di samping militer yang heroik dan seluruh kekuatan-kekuatan militer dan rakyat maka terbentuklah sebuah mata rantai yang indah dan kuat, bak topan yang menciptakan spirit perjuangan yang besar.”
Beliau menyatakan, “Musuh yang pada bulan pertama agresinya itu mereka berhasil maju secara meyakinkan, kini mereka berhadapan dengan tembok yang kuat dari para pembela Iran. Dan setelah bulan pertama, para pembela negeri justru merancang sebuah operasi penyerangan pertama kali dan mereka berhasil masuk ke jantung pertahanan musuh. Dan pada tahun pertama Pertahanan Suci, mereka melakukan serangan besar pertama atas perintah Imam Khomaini dan mereka berhasil membebaskan pengepungan kawasan Obodon. Dan keimanan yang kuat inilah yang membangun keinginan dan tekad, dan ini terwujud pada orang-orang seperti Kharrazi, Baqiri, Zainuddin, Shayyad, Baba’i, Sithari, dan Syirwadi.”
Presiden Rouhani juga menegaskan, “Pada masa Pertahanan Suci, tidak pernah terjadi sebuah operasi diserahkan kepada seorang pilot kemudian ia menolak. Realitanya, mereka senantiasa berkerja keras supaya bagaimana saling mendahului dalam melaksanakan operasi. Ketika ditetapkan sebuah tugas untuk mengurangi tekanan serangan udara dan rudal ke Tehran dan Baghdad harus dipenuhi oleh pesawat-pesawat Iran, maka para pilot kita berebut untuk ikut serta dalam operasi ini, meskipun resiko bahayanya lebih dari 90%. Ini adalah keimanan, persatuan dan keharmonisan di antara pelbagai kekuatan bersenjata dan pimpinan seluruh kekuatan. yaitu Imam Khomeini berhasil menciptakan kebanggaan. Dan hari ini juga alhamdulillah kondisinya juga seperti itu. Kita berbangga memiliki seorang pemimpin yang memimbing kekuatan militer kita yang dengan manajemen, keberanian dan keimanannya, beliau berhasil membimbing Angkatan Bersenjata kita.”
Dr. Rouhani melanjutkan bahwa kepimpinan ini; iman, cinta kepada tanah air dan bangsa yang besar yang penuh kebanggaan mampu menciptakan pertahanan, dan pada hakikatnya ini adalah hal yang suci.
Beliau mengisyaratkan bahwa Iran setelah revolusi Islam menginginkan hidup berdampingan secara damai dengan seluruh tetangga-tetangganya, dan pesan revolusi adalah kasih sayang, keadilan, dan kemerdekaaan bagi semua.
Beliau mengingatkan, “Kita sama sekali tidak ingin melakukan agresi ke negara mana pun, tetapi kekuatan adidaya membuat salah satu dari tetangga kita dipaksa untuk melakukan agresi ke Iran, dan mereka berpikir bahwa dengan agresi ini kekuatan bangsa yang besar ini akan lumpuh. Tetapi bangsa Iran selama 16 tahun perlawanan revolusi, dengan bertumpu pada keimanan dan persatuan, dan dengan tangan kosong justru mencapai kemenangan, dan pada masa Pertahanan Suci pun di hadapan pelbagai perlengkapan militer Timur dan Barat, kita dengan tangan yang kosong mampu melawan dan hari ini pun kita akan melanjutkan cara itu.”
Presiden Rouhani melanjutkan, “Bangsa besar yang memiliki militer yang mukmin, mandiri, pemberani, bersatu, bangsa yang harmonis, dan mulia serta pejuang akan mampu menghadapi pelbagai tekanan dan embargo. Bangsa ini, dengan pemimpin yang berpengalaman dan pemberani, dan pemerintahan yang didukung oleh suara bangsanya dan diplomasi-diplomasi yang cerdas dan penuh berani mampu mengatasi 6 kekuatan besar dunia, mereka mampu bernegosiasi dan dapat membela seluruh hak-hak bangsanya dengan baik.”
Dr. Rouhani mengisyaratkan perihal berlalunya 70 tahun dari diterbitkannya surat resolusi Dewan Keamanan PBB, lalu beliau menegaskan bahwa resolusi pertama kali dari Dewan keamanan PBB dikeluarkan sebagai bentuk pembelaan terhadap Iran yang saat itu sebagian dari kawasan kita dicaplok oleh orang-orang asing, dan melalui resolusi tersebut musuh dipaksa untuk keluar dari Iran. Resolusi Dewan Keamanan tersebut masih menyisakan banyak hal yang yang tidak tepat dan resolusi itu zalim dan merugikan bangsa Iran dan masih banyak yang kita risaukan dan kita tidak puas terhadapnya dan akhir-akhir ini pun terdapat resolusi dari Dewan Keamanan yang diterbitkan yang relatif zalim dan mengabaikan hak-hak bangsa Iran terkait dengan dicabutnya embargo.
Presiden Hassan Rouhani menambahkan, “Bangsa Iran di bawah naungan kesatuan dan keharmonisan dan di bawah bimbingan kepemimpinan wali faqih yang mulia dan pemberani, dan dengan bertumpu kepada ketegarannya mampu mengatasi pelbagai tekanan, padahal enam kekuatan besar dunia memaksa dan bersikeras bahwa di seluruh Iran tidak boleh aktif lebih dari 1% mesin sentrifugasi, tetapi hari ini 60 kali darinya, yakni lebih dari 6000 dari mesin sentrifugasi itu telah beroperasi, padahal para musuh mengatakan di Fordo tidak boleh ada 1 mesin sentrifugasi yang tersisa, tetapi hari ini seribu kali dari jumlah mesin sentrifugasi itu ada di Fordo dan juga saat 3 kekuatan besar dunia mengatakan, reaktor air berat di Arak itu harus dihilangkan, hari ini mereka setuju bahwa dengan keikutsertaan mereka sendiri, mereka akan membangun reaktor yang lebih modern di Arak. Keberhasilan-keberhasilan ini terjadi di bawah naungan bangsa yang besar, kekuatan militer yang kuat, diplomasi yang cerdas, dan bimbingan-bimbingan wali faqih.”
Setelah menyampaikan orasinya, Presiden Iran menikmati sajian parade militer yang dilakukan tiga unsur kekuatan militer, angkatan darat, udara dan laut yang dipertontonkan dihadapan presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.