8 September 2015 - 20:06
Tertangkap Basah Sebarkan Ideologi ISIS, Gadis 18 Tahun Diseret Polisi

Lebih dari 100 orang dari Spanyol diperkirakan telah bergabung pejuang jihad di Irak dan Suriah, otoritas Spanyol mengkhawatirkan mereka akan kembali ke negeri itu setelah berperang di Suriah dan Iraq dengan membawa radikalisme dan memulai perang di Spanyol.

Menurut Kantor Berita ABNA, dilansir oleh dailymail.co.uk  sabtu [5/9] sejumlah foto-foto dramatis, yang menunjukkan seorang remaja wanita 18 tahun mengenakan burqa hitam diarak di jalanan Gandia, dekat kota Valencia, Spanyol. Arak-arakan wanita muda berbangsa Maroko tersebut diduga terkait aktifitasnya merekrut wanita lain untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.

Puluhan penduduk setempat menyaksikan ketika petugas bersenjata berjaga-jaga di luar pintu rumah tempat tinggal remaja itu, sementara polisi anti teror membawa beberapa kotak barang keluar dari rumah tersebut.

Polisi menangkapnya karena dicurigai menggunakan jaringan internet untuk merekrut perempuan lain untuk bergabung ISIS.

"Pada saat penangkapan, remaja itu sedang 'persiapan terakhir untuk pergi' ke Suriah, kata polisi.

Penangkapan remaja yang tidak disebut namanya itu merupakan penangkapan yang ketiga tahun ini di Spanyol menyusul penangkapan wanita lain pada bulan maret dan juli, di Barcelona dan  Pulau Lanzarote. 

Lebih dari 100 orang dari Spanyol diperkirakan telah bergabung pejuang jihad di Irak dan Suriah,  otoritas Spanyol mengkhawatirkan mereka akan kembali ke negeri itu setelah berperang di Suriah dan Iraq dengan membawa radikalisme dan memulai perang di Spanyol. 

Polisi mengatakan remaja wanita yang ditangkap tersebut keturunan Maroko yang telah bertahun-tahun  tinggal di Spanyol.

"Dia menyebarkan ideologi terorisme di Internet, membenarkan dan mendukung tindakan teroris dan menyebarkan video yang memuja perilaku pembunuhan" Kata polisi  resort Guardia itu. "Dia telah menggunakan aktivitas online-nya untuk merekrut perempuan lain untuk pergi berjihad mendukung  pemerintahan ISIS. '