Menurut Kantor Berita ABNA, diantara yang memberikan sambutan pada acara pembukaan Konferensi Internasional Tenaga Medis ke-8 yang berlangsung di Masyhad adalah gubernur provinsi Khurasan Rezavi.
Gubernur provinsi Khurasan Rezavi Ali Reza Rasyidian dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan dan peserta konferensi, ia menyebutkan dengan penyelenggaraan konferensi di dekat Haram Imam Ridha As memberikan keberkahan tersendiri dalam jalannya konferensi.
“Khurasan telah dikenal sejak dulu kala sebagai penghasil tokoh-tokoh terkenal yang bergelut dalam bidang kedokteran dan farmasi termasuk memberikan sumbangsih besar dalam ilmu kedokteran modern. Kita kenal Ibnu Sina, al Farabi dan Khayyam yang selain filosof juga ahli medis yang terkemuka. Sampai saat inipun Khurasan masih tetap melahirkan ilmuan-ilmuan baru dari berbagai bidang keilmuan.” ungkapnya.
Dalam penyampaiannya selanjutnya Rasyidian mengatakan diantara keberhasilan Khurasan di dunia internasional adalah kemajuan ilmu kedokteran yang diraih provinsi tersebut. Ia berkata, “Sampai sekarang negara-negara tetangga bahkan negara maju Eropa menjadikan lembaga-lembaga riset yang tersebar di Khurasan sebagai kunjungan mereka untuk melakukan perbandingan dan pengembangan keilmuan. Tidak sedikit pula, warga negara asing yang sengaja mengunjungi Khurasan khususnya Masyhad untuk menyembuhkan penyakit mereka sebab percaya tekhnologi kedokteran di Masyhad telah berkembang sedemikian pesat.”
“Kesemua kemajuan dan keberhasilan ini berkat keberkahan yang dipancarkan imam kedelapan Syiah, Imam Ridha As terhadap kota ini dan Iran secara keseluruhan. Adanya embargo dan pengucilan negara-negara asing terhadap Iran bukannya membawa malapetaka sebagaimana yang mereka kehendaki, bahkan menjadi diantara faktor penyebab percepatan semua keberhasilan dan kemajuan ini.” tambahnya.
Ali Reza Rasyidian dibagian akhir sambutannya menyatakan rasa optimismenya Konferensi Internasional yang mempertemukan sejumlah ahli medis dari berbagai negara tersebut akan berjalan lancar dan menuai hasil-hasil yang diharapkan. Menurutnya pertemuan tersebut akan memudahkan transfer ilmu dan informasi antara para ahli medis sehingga ilmu kedokteran dan medis bisa lebih berkembang lagi.
Konferensi ini terselenggara atas kerja sama Majma Jahani Ahlul Bait As dengan sejumlah lembaga pendidikan, agama, kebudayaan dan kesehatan di Iran dari tanggal 30 Juli – 10 Agustus 2015 disejumlah kota besar di Iran seperti Masyhad, Tehran, Esfahan dan Shiraz. Tercatat sekitar 300 peserta ahli medis dari berbagai negara dan akan mengikuti semua rangkaian agenda konferensi seperti seminar dan studi tour disejumlah rumah sakit dan lembaga penelitian yang terkait dengan masalah medis dan kesehatan.
Terselenggaranya Konferensi ini didukung oleh Lembaga Internasional Ahli Medis Imamiah, Kementrian Kesehatan, Lembaga Pendidikan Kesehata, pemerintah provinsi dan pemerintah kota Masyhad termasuk pemerintah kota Tehran, Esfahan, Qom dan Shiraz.