10 Mei 2015 - 17:36
Pasukan Yaman Berhasil Jatuhkan Pesawat Saudi

Juru bicara militer Arab Saudi, Ahmad al-'Asiri membenarkan jatuhnya pesawat Apache tersebut, namun menyebut penyebabnya adalah kerusakan tekhnis dan pilotnya sedang melakukan pendaratan darurat. Sementara kubu Yaman membantah klaim kerusakan tersebut, sebab video menunjukkan bahwa pesawat tersebut jatuh tertembak.

Menurut Kantor Berita ABNA,  stasiun televisi al-Alam di Yaman melaporkan para pejuang kabilah Hamazan dari Yaman telah menggempur sebuah pangkalan militer Arab Saudi di kota Najran yang menyebabkan dua kendaraan tempur Arab Saudi rusak terbakar.   Sumber tersebut melaporkan, kabilah Hamazan yang merupakan salah satu suku dari di Yaman menyaksikan sejumlah tentara Arab Saudi melarikan diri dari daerah Jizan yang berbatasan dengan daerah Timaha pasca bentrok dengan militer Yaman. Laporan media terus menyebutkan bentrok yang terjadi antara kabilah Hamazan dengan militer Arab Saudi menelan korban jiwa puluhan orang dari kubu Arab Saudi termasuk rusaknya kendaraan tempur mereka.

Serangan mendadak tersebut tidak disangka oleh pasukan Arab Saudi yang tidak menguasai medan tempur. Diawal-awal agresi, Arab Saudi hanya berani melakukan serangan melalui udara, dan tidak berani melakukan pertempuran terbuka di medan darat.

Kekalahan dan kerugian Arab Saudi tidak hanya disitu. Diberitakan diwaktu yang hampir bersamaan, tentara Yaman diumumkan berhasil menjatuhkan satu helikopter Apache milik Arab Saudi di wilayah Saada, bagian utara Yaman.

Saluran al-Mayadeen dan al-Alam menampilkan live bangkai helikopter yang berhasil dijatuhkan pejuang Yaman tersebut.

Juru bicara militer Arab Saudi, Ahmad al-'Asiri  membenarkan jatuhnya pesawat Apache tersebut, namun menyebut penyebabnya adalah kerusakan tekhnis dan pilotnya sedang melakukan pendaratan darurat. Sementara kubu Yaman membantah klaim kerusakan tersebut, sebab video menunjukkan bahwa pesawat tersebut jatuh tertembak.

Sebelumnya, beberapa pos dan pangkalan militer Saudi di wilayah perbatasan negara ini dengan Yaman juga jatuh ke tangan pasukan adat Yaman pendukung Ansarullah. Selain itu beberapa tentara Saudi juga ditawan oleh pasukan yang berasal dari beberapa suku Yaman tersebut.

Belum ada satupun di antara pangkalan itu yang berhasil direbut kembali oleh tentara Saudi. Menurut sumber-sumber Yaman, apa yang dapat dilakukan tentara Saudi selama ini hanyalah melepaskan peluru-peluru secara membabi buta dan tanpa sasaran yang jelas di wilayah perbatasan.

Seperti diketahui, Saudi dan sembilan negara sekutunya yang tergabung dalam satu koalisi telah melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan target memulihkan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi yang jatuh akibat revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah , namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda bahwa target Saudi itu akan tercapai.

Sebagian data menyebutkan serangan yang mirip dengan agresi Israel  Jalur Gaza ini telah menewaskan lebih dari 3500 orang yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk perempuan, anak kecil, dan lansir,  serta melukai sekitar 6000 lainnya.