Dalam video yang baru saja dipublikasikan, Benjamin Netanyahu, secara mengejutkan menyinggung kembali kerusuhan di Iran, dengan jargon "Perempuan, Hidup, Kebebasan" setelah berlalu dua tahun, dan mengirim pesan bagi mereka yang pro-Barat, di Iran.
"Women, Life, Freedom, Anda jangan kehilangan harapan, dan jangan biarkan mimpi Anda mati," kata Benjamin Netanyahu dalam videonya yang ditujukan kepada para perusuh Iran.
Pesan tersebut secara cepat mendapatkan banyak respons di dalam Iran, terutama karena PM Rezim Zionis, secara langsung menyinggung jargon yang sempat membuat gaduh itu.
Upaya Barat dan Rezim Zionis untuk Mengintervensi Iran
Beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, ditambah Rezim Zionis, dalam beberapa tahun terakhir menjalankan rencana-rencana koordinatif untuk memberikan tekanan, dan menciptakan kerusuhan di Iran.
Negara-negara Barat, dan Rezim Zionis, dengan memusatkan perhatian pada masalah-masalah ekonomi, berusaha mendesain kondisi sedemikian rupa sehingga menjadi kesempatan yang baik untuk menciptakan kerusuhan.
Pada September 2022, meninggalnya Mahsa Amini, perempuan Kurdi Iran, yang merupakan minoritas etnis, di kantor polisi karena sakit, menjadi kesempatan bagi media dan dinas-dinas intelijen Barat dan Rezim Zionis untuk menciptakan kerusuhan di Iran, dengan menyebar hoaks pembunuhan terhadap perempuan Iran yang melanggar aturan hijab.
Kenyataannya peristiwa tersebut telah membuka peluang bagi negara-negara Barat dan Israel, untuk menjalankan rencana-rencana media dan operasi gabungan, dan menjadi dalih bagi sebagian jaringan internasional untuk memprovokasi massa supaya melakukan demonstrasi yang semakin luas.
Meskipun propaganda luas, dan upaya media afiliasi Barat sudah dilakukan, namun demonstrasi-demonstrasi berhasil dihentikan dengan cepat bersamaan dengan kehadiran luas masyarakat Iran, sehingga intensitas kerusuhan yang dipicu oleh para teroris bersenjata dukungan Israel, itu dapat ditekan dan akhirnya dipadamkan.
Stasiun televisi Lebanon, Al Mayadeen, melaporkan, "AS, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, Belgia, Austria, Australia, Islandia, Italia, dan Rezim Zionis, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan di Iran."
Respons Netizen atas Pidato Netanyahu; Rencana Terbuka Israel
Pesan yang disampaikan PM Rezim Zionis dalam videonya diklaim untuk rakyat Iran, tapi rakyat Iran sendiri justru mengolok-oloknya di media sosial. Para netizen Iran, di media sosial X, menyebut pesan Netanyahu telah mengungkap konspirasi Israel, dan merupakan upaya menyulut kerusuhan di Iran.
Salah satu netizen Iran, bernama Hossein Ebrahimi, seorang aktivis politik menulis, "Pembunuh keji, setan bengis, malam ini berbicara soal 'Perempuan, Hidup, Kebebasan'. Setan, tengah membuka dirinya terang-terangan, dan menjelaskan tuntas kepada semua orang."
Menurut netizen Iran tersebut, pidato Benjamin Netanyahu, adalah bukti nyata tentang keterlibatan Israel, dalam kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di Iran.
Mostafa Garchi, netizen Iran, yang lain menyebut pidato Netanyahu, sebagai bukti kekalahan Israel, dari para pejuang perlawanan, dan terungkapnya keterlibatan Netanyahu, dalam kerusuhan September 2022, di Iran.
Ia menulis, "Netanyahu akhirnya membuka kedoknya, dan mendekati lagi para perusuh 'Perempuan, Hidup, dan Kebebasan', setelah kalah di front utara dan mengalami kegagalan beruntun. Sekarang ia kembali berlindung di balik slogan-slogan populis. Mulai sekarang setiap kejadian terkait hijab, di baliknya ada Israel."
Peran Proyek "Women, Life, Freedom" dalam Kebijakan Luar Negeri Israel
Reaksi para netizen, dan analis Iran, terkait pesan Netanyahu, lebih memusatkan perhatiannya pada masalah ini bahwa Rezim Zionis, dan beberapa negara Barat, menghidupkan kembali jargon kelompok perusuh "Women, Life, Freedom" dengan maksud untuk memajukan kepentingan politik dan keamanan di Iran, terutama dengan memperhatikan perkembangan terbaru di Asia Barat, dan menitikberatkan pada Gen Z. (HS)
342/