Menurut pengakuan Koran Times Inggris, warga negara ini berpartisipasi di militer Israel dalam perang melawan Hizbullah Lebanon. Menurut laporan Parstoday mengutip MNA, seorang tentara Inggris yang bergabung dalam tentara Israel, selain mengkaui partisipasinya tersebut menyatakan bahwa perang melawan pejuang Hizbullah Lebanon seperti mimpi buruk.
Warga Inggris ini mengatakan bahwa selama hari-hari keberadaannya di Lebanon selatan, ia berada dalam situasi hidup dan mati.
Yossi, seorang tentara bayaran Inggris di tentara Israel, mengacu pada kemampuan pertahanan yang tinggi dari para pejuang Hizbullah Lebanon, mengatakan: "Selama hari-hari dia berada di selatan negara ini, dia tidak tidur selama lebih dari tiga jam dan tidak melepas pakaian antipeluru dan sepatu botnya bahkan untuk sesaat saja".
Ia mengakui bahwa pejuang Hizbullah pasti yang terbaik dan elit.
Menurut tentara Inggris ini, hanya satu divisi ekspedisi tentara Israel ke Lebanon Selatan yang memiliki 2.000 tentara Zionis, namun beberapa di antaranya tewas akibat serangan rudal dan drone Hizbullah.
Pusat penelitian "Alma" rezim Zionis menulis dalam sebuah laporan: "Jumlah serangan Hizbullah di Lebanon pada Oktober 2024 meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun lalu dan mencapai 1.158 serangan dalam satu bulan." (MF)