Mehdi Fazaeli, anggota Kantor Pemeliharaan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khamenei mengatakan, "Akun Pemimpin Revolusi berbahasa Ibrani, di media sosial X yang dibuka dengan Bismillahirahmanirahim, ditangguhkan di hari kedua setelah dirilis."
Setelah X menangguhkan akun Pemimpin Revolusi Islam Iran, para pengguna X melakukan protes, dan akhirnya akun tersebut dibuka kembali.
Perusahaan Amerika Serikat, Meta, pada 8 Februari 2024 juga melakukan aksi melanggar prinsip kebebasan berpendapat dengan menutup akun media sosial Pemimpin Revolusi Islam Iran, di Instagram dan Facebook.
Akun-akun media sosial Pemimpin Revolusi Islam Iran, banyak yang ditutup padahal banyak figur publik, pejabat, dan bahkan netizen dengan latar belakang buruk di Barat, dengan berbagai dalih mendukung penggunaan media sosial untuk melancarkan Islamfobia, menghina kitab suci umat Islam, dan Nabi Muhammad SAW. (HS)
342/