31 Agustus 2024 - 19:01
Sektarian, Penghasut Perang dan Penipu; Tiga Kebohongan Besar Media AS terhadap Syiah dan pengikut Ahlulbiat/ Sebuah Riset

Parstoday- Hasil sebuah jajak pendapat menunjukkan, media-media Amerika Serikat menyikapi isu Syiah dan pengikut Ahlulbait as dengan cara yang sangat ideologis.

 Penulis buku "Inti dari Realitas, Representasi Syiah di Media Amerika" seraya meneliti berita sepuluh tahun terakhir tentang Syiah, mazhab pengikut Ahlulbait, di tahun 2010 hingga 2020 di media-media AS menunjukkan bahwa tidak ada indikasi netralitas dan kebebasan di media-media Amerikat tentang pengikut mazhab ini.

Menurut laporan Parstoday, berdasarkan hasil kajian Mohammad Sahibbiayi dan Sayid Saeed Hasheminasab, penulis buku ini, media Amerika, dengan memperkenalkan “velayat-e faqih” sebagai poros utama Syiah, mencoba menggambarkan posisi Islam ini dengan kata-kata seperti diktator, penghasut perang, dan kriminal.

 

Menurut informasi dalam buku ini, media Amerika juga merepresentasikan poros "jihad dan perlawanan" di dunia Islam dengan konsep-konsep seperti terorisme, persaingan antara Syiah dan Sunni, balas dendam terhadap Sunni, ketidakstabilan di Asia Barat dan sektarianisme.

 

Media Amerika juga memperkenalkan ritual Arbain dan Asyura sebagai "alasan untuk mendapatkan kekuasaan dan menunjukkan kekuatan kaum Syiah dan pengikut Ahlulbait", yang telah disandera oleh kaum Syiah revolusioner.

 

Berdasarkan hal tersebut, media Amerika menggambarkan independensi dan negasi dominasi asing, yang merupakan salah satu prinsip Revolusi Islam, sebagai “anti-Amerika dan anti-Semit”.

 

Dalam buku “Inti dari Realitas, Representasi Syiah di Media Amerika”  seraya mengisyaratkan kebijakan media barat untuk memecah-belah dan menciptakan perpecahan di masyarakat Islam menyebutkan, bahwa media barat merepresentasikan dan mengenalkan strategi persatuan, pendekatan Islam dan gagasan satu umat dengan sebutan seperti “Emperium Syiah-Iran, bulan sabit Syiah, hegemoni Iran dan kekhalifahan Syiah".

 

Berdasarkan keterangan buku ini, arogansi global berupaya meminggirkan Islam politik, khususnya Syiah revolusioner di dunia Islam, dengan dua cara, yaitu cara lunak dan cara keras.

 

Dengan demikian; Marginalisasi lunak dilakukan dengan menggunakan media dan marginalisasi keras dilakukan dengan sanksi dan serangan militer. (MF)


342/