Rezim Zionis dalam beberapa tahun terakhir berulangkali melancarkan serangan udara ke Damaskus, dan sejumlah wilayah Suriah, yang lain, namun sebagian besar serangan ini berhasil ditangkis sistem pertahanan udara Suriah.
Serangan-serangan udara Israel, ke Suriah, terus dilakukan padahal Damaskus, telah berulangkali mengirim surat ke PBB, dan Dewan Keamanan, yang mengecam serangan-serangan ini, serta menuntut penghentiannya.
Maria Zakharova, Jumat (12/7/2024) dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Mayadeen, mengecam serangan terus menerus Israel ke berbagai wilayah Suriah.
Ia mengatakan, "Langkah-langkah tidak bertanggung jawab Israel, meningkatkan kemungkinan perluasan konflik bersenjata di Asia Barat, dan menyeret kawasan ke jurang kehancuran."
Zakharova menyebut kawasan Asia Barat, sempat berada pada kondisi di ambang perang besar akibat serangan Israel, ke gedung Konsulat Iran, di Suriah.
"Israel, harus menghindari langkah-langkah agresif terhadap Suriah, dan menghormati norma-norma internasional untuk mencegah dampak-dampak buruk," ujarnya.
Menurut diplomat Rusia ini, sekutu strategis Israel, yaitu Amerika Serikat, dan sekutu-sekutu Baratnya, hanya diam menyaksikan situasi Asia Barat, dan menganggap serangan-serangan rudal serta bombardir terus menerus sebagai sebuah realitas yang tak bisa dihindari.
Jubir Kemlu Rusia, menjelaskan bahwa Moskow, memiliki beberapa usulan jelas terkait penyelesaian perang, dan penciptaan keamanan di Asia Barat, serta mengumumkan kesiapan negaranya untuk mengkaji usulan-usulan tersebut bersama negara kawasan. (HS)
342/