23 Februari 2024 - 16:21
Jenderal Zionis: Serangan Militer ke Rafah Dorong Israel ke Jurang Kehancuran

Jenderal Zionis memperingatkan penguasa Israel bahwa serangan militer terhadap Rafah di selatan Jalur Gaza akan mendorong Israel menuju tepi jurang kehancuran.

Jenderal Zionis, Itzhak Brik menerbitkan sebuah artikel baru-baru ini mengenai kehancuran Israel, dengan mengatakan, "Jika kita memasuki Rafah, kita tidak akan berhasil mencapai tujuan menghancurkan Hamas Sebab ada kemungkinan kita akan menghadapi kondisi keamanan yang lebih sulit, dan akan kehilangan sandera selamanya. Apabila otoritas politik dan keamanan memutuskan untuk memasuki Rafah, mereka harus tahu bahwa kerusakan serius akan terjadi pada kekebalan politik dan keamanan Israel. Hubungan kita dengan dunia akan menghadapi masalah, dan bola salju di bidang ekonomi, keamanan, sosial dan hubungan internasional akan bergerak menuju jurang maut dan tidak ada jalan kembali,".

"Kami memiliki kondisi yang tidak menguntungkan di dunia, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika. Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, baru-baru ini menuntut untuk tidak mengirim senjata ke Israel karena meningkatnya jumlah kematian warga sipil di Gaza," ujar Brik.​

"Belanda juga sudah berhenti mengekspor suku cadang F-35 ke Israel, banyak perusahaan di dunia sudah berhenti terbang ke Israel, dan dunia mencekik kita sebelum kita memasuki Rafah, kita bisa menjadi negara paria yang kehilangan aset-aset penting yang tumbuh tanpa mereka," tegasnya.

Di sisi lain, tekanan internal terus berlanjut terhadap kabinet Netanyahu untuk mengakhiri agresi militer Israel di jalur Gaza. 

Sebuah surat kabar Zionis Kamis malam mengumumkan keluarga para tahanan Zionis di Gaza kembali berdemonstrasi di berbagai wilayah pendudukan menentang kabinet Perdana Menteri Benyamin Netanyahu.

Pengunjuk rasa yang marah juga menuntut penandatanganan perjanjian pertukaran tahanan dengan Hamas segera.

Mereka membawa plakat yang menentang Netanyahu dan anggota kabinetnya karena tidak setuju dengan Hamas mengenai pembebasan dan pertukaran tahanan.(PH)