25 November 2023 - 05:03
Kami Terikat oleh Gencatan Senjata selama Musuh Mematuhinya

Kepala biro politik gerakan Hamas mengatakan: Kami menganggap diri kami terikat untuk melaksanakan perjanjian tersebut selama musuh mematuhi gencatan senjata dan keberhasilan implementasinya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ismail Haniyeh, kepala biro politik gerakan Hamas pada Jumat (23/11) dan pada hari ke-49 perang Gaza dan hari pertama dari empat- hari gencatan senjata sementara, mengatakan dalam pidato di televisi bahwa Mujahidin Perlawanan memiliki luka yang dalam dan akan selalu siap menyerang musuh.

Lanjutnya, bangsa besar Palestina menciptakan sebuah epik dengan ketekunan dan stabilitas dan para pejuang menghantam musuh. “Dengan bermartabat dan terhormat, kami mampu menghadapi musuh dan mematahkan keinginannya serta menggagalkan rencananya.” Tegasnya.

Kepala biro politik gerakan Hamas juga menyatakan, “Kesyahidan adalah harga kebebasan, pembebasan tanah ini dan kemerdekaan. Musuh dengan senang hati memulangkan tawanannya dari Gaza melalui militer dan pembunuhan warga Palestina. Musuh terpaksa menerima kondisi perlawanan dan tekad bangsa Palestina yang gigih menyebabkan gencatan senjata sementara di Gaza.”

Haniyeh menambahkan, “Kami menganggap diri kami terikat untuk melaksanakan perjanjian tersebut selama musuh mematuhi gencatan senjata dan keberhasilan implementasinya.”

Kepala biro politik gerakan Hamas lebih lanjut menyatakan, “Kami mengadakan negosiasi yang sulit di bawah dukungan saudara-saudara kami di Qatar dan Mesir dan mengelolanya dengan tanggung jawab dan keseimbangan. Kami menekankan komitmen kami untuk melaksanakan perjanjian tersebut selama musuh berkomitmen terhadapnya; Kami berterima kasih kepada Qatar dan Mesir dan kami meminta kelanjutan upaya global hingga masyarakat kami dapat memenuhi tuntutan mereka.”

Ismail Haniyeh juga menekankan perlunya kehadiran masyarakat Gaza di wilayah ini, memuji posisi negara-negara Islam dan Arab mengenai penolakan mereka terhadap campur tangan apa pun terhadap nasib Gaza, dan mengatakan bahwa rakyat Palestina, dari Gaza hingga Yerusalem. dan di seluruh wilayah, telah memulai perjuangan bersatu demi kebebasan tanah air mereka, dan keberanian serta kepahlawanan masyarakat Tepi Barat melawan para pemukim patut diapresiasi.

Dia menekankan bahwa Hamas tidak akan pernah melepaskan posisinya baik di tengah atau setelah perang, dan sangat menentang migrasi paksa warga Gaza, terutama ke Yordania dan Mesir.

Kepala biro politik gerakan Jamas memuji stabilitas bangsa Palestina di Gaza dan menyampaikan pidatonya kepada mereka, “Kami salut kepada rakyat kami di Gaza, yang dengan stabilitas dan perlawanannya merupakan faktor utama mundurnya dan kekalahan musuh dan sekutunya.”

Ia juga menekankan, “Kami salut terhadap perlawanan Lebanon, yang mengorbankan puluhan syuhada melawan penjajah, dan rakyat Yaman serta perlawanan Irak.”

Kepala biro politik gerakan Hamas menekankan, “Kami tunduk pada keluarga para syuhada, korban luka, dan tahanan. Kami berterima kasih kepada umat Islam dan orang-orang bebas di dunia yang mendukung Gaza dan perlawanannya dengan mengadakan pawai. Salam kepada warga Gaza yang berperan sentral dalam mundurnya musuh dan sekutunya dengan kegigihan dan perlawanannya.”