Saleh Al Arouri, Rabu (6/9/2023) menjelaskan berbagai dimensi
kelemahan keamanan dan politik Rezim Zionis, dan menekankan kehadiran
perlawanan Palestina di berbagai arena, serta operasi-operasi
anti-Zionis yang dilakukan para pemuda Palestina.
Ia menambahkan, "Kabinet para penjahat di Tel Aviv yang ingin memulihkan
kekuatan pencegahan dengan cara membunuh lebih banyak rakyat, sedang
berilusi. Mereka harus belajar dari kamp Jenin, yang hancur pada 2002.
Generasi perlawanan di kamp ini yang dulu masih kanak-kanak kini
mendatangi mereka, dan hidup dengan kenangan keberanian para syuhada."
Menurut Al Arouri, hari ini Tepi Barat, berada di garda depan melawan
musuh, pasalnya satu front dan satu pertempuran untuk memukul mundur
musuh, dan meruntuhkan proyek pembangunan distrik Zionis, tidak cukup.
"Sebuah medan tempur gerilya di Tepi Barat dengan dukungan front-front
lain baik di dalam maupun di luar Palestina, sedang bekerja. Sebuah
front yang mampu memukul mundur musuh, dan menghentikan proyek
pembangunan distrik Zionis," ujarnya.
Deputi Ketua Biro Politik Hamas menegaskan, "Jika kita memperluas
perlawanan di medan tempur dalam menghadapi pembangunan distrik Zionis,
dan pasukan penjajah, secara nyata, efektif dan aktif, maka stabilitas
seluruh kawasan dan keamanan dunia akan terancam, maka saat itu kita
bisa secara praktis mengusir para penjajah dari Tepi Barat." (HS)
342/