Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Reza Ramezani saat acara pembukaan majelis duka Asyura dekade pertama Muharram di Hauzah Hadhrat Wali Asr di kota Astara Iran, mengatakan, “Masyarakat berharap dari para santri hauzah ilmiah bahwa mereka ingin mempelajari ilmu agama secara mendalam dan mengajarkannya kepada orang lain, terutama pada keluarganya.”
Wakil rakyat Gilan dalam Majelis Ahli Kepemimpinan, menunjukkan bahwa jika kita memiliki keagungan ilmiah dan spiritual, kita dapat melakukan tugas kita dengan baik. Ia menjelaskan, “Santri harus dididik dalam mempelajari ilmu untuk mendapatkan keridhaan Allah dan tetap di jalan keridhaan Allah mereka mengajarkannya pada masyarakat.”
Ayatullaah Ramezani lebih lanjut menyatakan bahwa agama harus dipercayakan kepada muballigh yang benar-benar mendalam ilmunya. Dia berkata, “Kita harus mempelajari agama dengan benar dan menyebarkannya kepada orang lain.”
Ayatullah Ramezani menekankan bahwa saat ini umat Islam mendapat diskriminasi dan korban kekerasan di banyak bagian dunia karena perbedaan yang diciptakan oleh penjajah. Ia menambahkan, “Nabi Muhammad saw diutus untuk mendidik umat manusia dan bergerak menuju kebahagiaan dengan saling memanusiakan satu sama lain. Persepsi yang tidak benar mengenai Nabi Muhammad saw dan ajaran Islam yang dibawanya perlu kita luruskan, karena itu dakwah Islam harus lebih serius lagi dijalankan dengan cara yang terbaik.”
Terkait momentum peringatan Asyura, Ayatullah Ramezani berkata, “Kita harus dapat memperkenalkan dan mengajarkan dengan benar kepada orang lain alasan terjadinya Asyura.”
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as ini menunjukkan bahwa kepemimpinan, tujuan, dan sarana suci Imam Husain as adalah model bagi seluruh umat manusia dan memainkan peran penting dalam keabadian Asyura. Ramezani berkata, “Imam Husain as adalah lambang keagungan dan keindahan Allah. Ia mempersembahkan perjuangaan epik untuk menyelamatkan kemanusiaan dan kebenaran.”
Ayatullah Ramezani menyatakan bahwa Imam Husain as tidak menggunakan cara dan metode yang tidak suci dalam revolusi Asyura karenanya pesan perlawanan Asyura tetap abadi dan menginspirasi banyak gerakana sosial dan politik. Ia berkata, “Para syuhada dan pejuang pertahanan suci dalam perang Irak-Iran adalah lulusan madrasah Asyura.”