Selasa lalu, pasukan rezim Zionis menyerang kota Jenin dan kampnya, yang menewaskan enam warga Palestina, termasuk seorang anak, dan melukai 91 orang lainnya.
Menanggapi kejahatan ini, pasukan batalion Ezzedine al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) melakukan operasi syahid di utara Ramallah, yang mengakibatkan kematian empat pemukim Zionis dan melukai tujuh lainnya.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth pada hari Rabu (21/6/2023), beberapa pejabat rezim Zionis menginginkan serangan 12 hingga 24 jam terhadap daerah ini di Tepi Barat, tetapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang rezim Zionis Yoav Galant sangat menentangnya, karena tindakan tersebut akan menimbulkan eskalasi ketegangan di wilayah pendudukan.
Saluran televisi rezim Zionis, KAN melaporkan terdapat perbedaan pendapat antara para pemimpin rezim Zionis baik di bidang keamanan maupun politik mengenai ruang lingkup operasi militer terhadap Tepi Barat, dan penentang percaya bahwa tidak perlu menghancurkan Tepi Barat dengan tindakan yang dianggap buruk, yang justru akan mengubahnya menjadi jalur Gaza.
Dua hari lalu, para pejuang Palestina dengan keras menanggapi serangan pasukan Zionis di kamp Jenin di utara Tepi Barat. Setidaknya tujuh kendaraan lapis baja rezim Zionis dibom dan tujuh tentara Israel juga terluka, hingga rezim Zionis menggunakan helikopter Apache untuk pertama kalinya sejak 2002 untuk menyerang kamp ini.(PH)
342/