Kedubes Iran di London, Jumat (17/2/2023) menanggapi laporan yang dimuat surat kabar Daily Telegraph tanggal 12 Februari lalu dengan judul "Kelompok-kelompok teror Iran, bahaya nyata dan langsung bagi Inggris", yang melemparkan tuduhan tak berdasar terhadap IRGC.
Menurut Kedubes Iran di London, laporan surat kabar Inggris, Daily Telegraph penuh dengan tuduhan-tuduhan tak benar, tak berdasar, dan fiktif, terhadap Republik Islam Iran.
"IRGC adalah satu-satunya institusi yang memerangi terorisme di kawasan, itu dilakukan pada kondisi ketika bahaya sudah sangat dekat dengan Eropa, dan tidak ada seorang pun yang berani melawan terorisme," kata Kedubes Iran.
Ditambahkannya, "Iran percaya, Hizbullah Lebanon, dan Hamas di Palestina berperang melawan Rezim Apartheid Israel untuk merebut kembali tanahnya yang diduduki, selain itu mereka sangat disukai, dan diterima masyarakat di negara mereka sendiri sebagai partai politik."
Pada saat yang sama Kedubes Iran di London menegaskan bahwa program nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional, IAEA, adalah program damai.
Lebih dari itu, kesepakatan nuklir JCPOA yang ditandatangani Kelompok 5+1, dan masih hidup sampai sekarang, juga menegaskan bahwa program nuklir Iran adalah damai.
Kedubes Iran di London, menegaskan bahwa Republik Islam Iran adalah satu-satunya penandatangan JCPOA yang patuh pada komitmen, dan isi kesepakatan sampai sekarang. (HS)
342/