13 Februari 2023 - 17:11
Maraknya Gerakan Islamophobia Menunjukkan Islam makin Populer di Barat

Ayatullah Reza Ostadi, salah seorang ulama anggota Jami’ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom Republik Islam Iran menyinggung gerakan Islamophobia yang gencar dilakukan di dunia Barat, menyatakan bahwa musuh-musuh Islam tidak ingin Islam makin populer.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Reza Ostadi, salah seorang ulama anggota Jami’ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom Republik Islam Iran menyinggung gerakan Islamophobia yang gencar dilakukan di dunia Barat, menyatakan bahwa musuh-musuh Islam tidak ingin Islam makin populer. “Permusuhan dengan Ahlulbait as sejak awal penyebaran Islam sampai saat ini masih terus berlangsung. Oleh karena itu taktik dan metode yang mereka gunakan bukanlah hal yang baru, dan memang tidak ada yang baru dari metode yang mereka gunakan.” Paparna. 

Ayatullah Ostadi menambahkan, “Musuh berusaha untuk mengisolasi maktab Ahlulbait  atau jika mereka tidak dapat memanipulasi isinya, mereka berusaha membuat orang-orang membenci dan menjauhi ajaran Ahlulbait as.”

Lebih lanjut Ayatullah Ostadi menyatakan bahwa layanan terbesar yang telah dilakukan Hauzah Ilmiah baik di Najaf, di Qom maupun di kawasan Islam lainnya sepanjang sejarah adalah mereka menghentikan ketiga ancaman tersebut. Guru besar Hauzah Ilmiah Qom ini berkata, “Solusi yang ditunjukkan para imam di depan ancaman-ancaman ini logis dan benar dan berhasil di mana-mana. Solusinya adalah menghidupkan kembali ajaran Ahlulbait as. Imam Ridha as berkata,  bahwa jika orang-orang mendengar ucapan dan ajaran-ajaran kami, maka mereka akan mematuhi kami.”

Ayatullah Ustadi menegaskan bahwa permusuhan dengan Ahlulbait as terus berlanjut dan mereka ingin nama Nabi dan Ahlulbait as tidak disebutkan namanya. Ia berkata, “Islamophobia di dunia terutama yang dipelopori di dunia Barat adalah karena mereka tidak ingin Islam menjadi sebuah nama yang populer dan menjadi rujukan masyarakat dunia. Saat ini, ancamannya lebih parah dan mereka mempertanyakan prinsip mazhab Ahlulbait as dan mengungkapkan isinya dengan cara yang berbeda. Mereka ingin memisahkan orang dari shalat dan Husainiyah dan membuat mereka skeptis tentang sistem Islam.”

Dia menyatakan bahwa madrasah Ahlulbait as harus tetap ada dan tetap utuh. “Satu-satunya cara bagi orang untuk tidak berpisah dari madrasah Ahlulbait as adalah menjadikannya sebagai milik atau merasa memiliki. Kita harus berperilaku sedemikian rupa sehingga kita tidak terpisah dari madrasah yang mulia ini.”

Anggota Jamiah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Iran ini lebih lanjut menekankan bahwa sekedar berbicara dan berbicara saja tidak berarti apa-apa. Ia berkata, “Adalah tugas setiap  hauzah dan lembaga pendidikan Islam untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa kita peduli dengan agama kita. Hauzah Ilmiah dengan segala kemampuannya memiliki tugas khusus ini, terutama dalam menjaga dan melestarikan ajaran agama ini.”

Di akhir penyampaiannya, Ayatullah Ostadi menyampaikan harapannya agar pertemuan-pertemuan ilmiah yang memperkenalkan Ahlulbait as kepada masyarakat non muslim untuk terus digalakkan dan ditingkatkan. Menurutnya pertemuan-pertemuan ilmiah tersebut dapat berdampak positif dan efektif dalam menghalau gerakan Islamophobia.