16 Januari 2023 - 16:49
Survei: Pemukim Zionis Pesimis dengan Masa Depan Israel

Hasil survei terbaru di wilayah pendudukan menunjukkan bahwa lebih dari separuh pemukim Zionis pesimis melihat masa depan Israel.

Survei yang dilakukan oleh Institut Demokrasi Israel menunjukkan lebih dari setengah orang Israel atau lebih dari 51 persen, mengkhawatirkan masa depan rezim Zionis, yang menunjukkan penurunan tajam harapan terhadap Israel dibandingkan periode sebelumnya dalam dekade silam.

Hasil penelitian ini dipublikasikan pada hari Minggu (15/1/2023) dan data statistiknya menganalisis informasi yang dikumpulkan dari orang-orang Zionis antara tahun 2003 hingga 2022.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan kepercayaan pemukim Zionis terhadap delapan institusi Israel yaitu: tentara, polisi, kepresidenan, kabinet, Knesset, partai politik dan mahkamah agung rezim Zionis.

Salah satu alasan terpenting berkurangnya kepercayaan Zionis terhadap institusi Israel adalah rencana Menteri Kehakiman Israel baru-baru ini untuk memperkenalkan reformasi dalam sistem peradilan.

Isaac Herzog, Presiden Rezim Zioni, mengungkapkan keprihatinannya menyikapi demonstrasi 100.000 penduduk di wilayah pendudukan pada hari Minggu, dan memperingatkan konsekuensinya.

Herzog bereaksi terhadap tindakan dan posisi kabinet terkait reformasi sistem peradilan rezim Zionis dan menekankan, "Ketidaksepakatan atas reformasi sistem peradilan akan mencabik-cabik bangsa kita."

Perbedaan antara partai-partai rezim Zionis meningkat setelah kabinet baru Tel Aviv yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu mengajukan rencana untuk mereformasi sistem peradilan Israel pada tanggal empat Januari 2023.

Sekarang para penentang kabinet telah meminta pemukiman yZionis turun ke jalan menuntut pembubaran kabinet Netanyahu.

Netanyahu, yang telah diadili selama bertahun-tahun atas tuduhan korupsi, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan, bersama dengan sekutu ekstremis lainnya yang memiliki kasus korupsi dan terorisme, berniat membatalkan persidangan mereka dengan rencana ini dan dengan bantuan menteri kehakiman rezim Zionis.(PH)

342/