Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, yang melakukan perjalanan ke Damaskus, ibu kota Suriah, bertemu dan berbicara dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Sabtu (24/1).
Dalam pertemuan ini, Presiden Suriah Bashar Assad, sambil menyampaikan salam hangatnya kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei dan Presiden Raisi, berbicara kepada Amir Abdullahian dengan mengatakan, “Kunjungan Yang Mulia penting bagi kita baik secara bilateral maupun regional.”
Dia menambahkan, “Republik Islam Iran adalah negara yang paling dekat dengan Suriah dan berdiri bersama kami dalam perang dan kami tidak akan melupakan dukungan dari Republik Islam Iran.”
Menekankan pentingnya kunjungan Presiden Iran di masa datang, Presiden Suriah mengumumkan kesiapan dan kemauan serius Damaskus untuk melakukan upaya bersama dan meletakkan dasar untuk hasil yang maksimal.
Saat menjelaskan perkembangan politik dan diplomatik terkini terkait Suriah, Bashar Assad menekankan perlunya dan pentingnya melanjutkan konsultasi dan koordinasi antara kedua negara Iran dan Suriah dalam isu-isu bilateral dan regional yang penting dan strategis.
Presiden Suriah juga menyatakan, “Republik Islam Iran adalah mitra Suriah dan kita akan bersama dan saling mendukung di berbagai bidang.”
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, sembari menyampaikan salam Presiden Dr. Raisi kepada Bashar Assad, menegaskan bahwa Republik Islam Iran menganggap keamanan dan kemajuan Suriah adalah keamanan dan kemajuannya dan akan terus sangat mendukung Suriah.
Mengacu pada konsultasi dan kerja sama yang baik dan erat antara pejabat kedua negara, terutama di tingkat Kementerian Luar Negeri, Amir Abdollahian menilai perjalanan ini sejalan dengan kelanjutan dan penyelesaian konsultasi dan pertukaran pandangan antara kedua negarapada isu-isu kepentingan bersama, regional dan internasional.
Kepala diplomasi Iran lebih lanjut mengungkapkan kepuasannya dengan perkembangan hubungan luar negeri Suriah, menilai perkembangan ini menjadi indikasi pentingnya dan posisi penting Suriah di kawasan.
Abdollahian berkata, “Republik Islam Iran selalu menekankan pada solusi politik daripada solusi perang, oleh karena itu menyambut baik perkembangan positif dalam hubungan politik Suriah dengan negara lain.”
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan kepercayaan Republik Islam Iran pada kebijaksanaan presiden dan pemerintah Suriah, dan menyatakan kepuasannya atas perkembangan hubungan bilateral antara Iran dan Suriah dan menekankan kebutuhan untuk lebih memperkuat hubungan ini di semua bidang kepentingan
Mengacu pada undangan Presiden Suriah dan rencana bersama kedua negara untuk kunjungan Presiden Iran ke Damaskus, Amir Abdollahian menyatakan keyakinannya bahwa perjalanan ini akan menjadi dasar untuk memperkuat hubungan persahabatan dan persaudaraan antara kedua negara dalam berbagai bidang.
Menunjuk pentingnya meletakkan dasar kerja sama jangka panjang antara kedua negara, ia mengumumkan kesiapan Republik Islam Iran untuk merumuskan dan menandatangani rencana komprehensif kerja sama jangka panjang antara kedua negara. Dia juga menekankan perlunya meletakkan dasar kerja sama bilateral dan multilateral untuk membantu dan berpartisipasi dalam rekonstruksi Suriah.
Mengenai perkembangan terakhir di Iran, Amir Abdollahian juga mengatakan,”Kami mengalami perang hibrida dan beberapa negara barat memainkan peran intervensi dan stimulasi dalam hal ini, tetapi tentu saja mereka kembali gagal dalam upayanya kali ini.”
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran juga menginformasikan kepada Presiden Suriah tentang perkembangan terakhir terkait proses negosiasi nuklir untuk mencabut sanksi ilegal terhadap bangsa Iran. Dia juga memberikan penjelasan tentang isu-isu yang diangkat selama KTT Bagdad 2 di Yordania.
Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Al-Maqdad, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Bashar al-Jaafari, Duta Besar Iran untuk Damaskus Sobhani, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani, Penasihat Senior Menteri Luar Negeri Bidang Politik Khusus, Ali Asghar Khaji, dan Mehdi Shushtri, Asisten Menteri dan Direktur Jenderal Asia Barat dan Afrika Utara Kementerian Luar Negeri juga turut hadir. Disebutkan, ini adalah perjalanan kelima Amir Abdullahian ke Suriah.
Sebelum perjalanannya ke Suriah, Amir Abdollahian bertemu dengan rekannya dari Lebanon Bou Habib, Ketua Parlemen Nabih Berri dan Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Miqani di Beirut dan membahas masalah-masalah terkini kawasan.