27 Desember 2022 - 18:43
Ansarullah: AS dan Inggris Bertanggung Jawab atas Situasi Saat Ini di Yaman

Seorang anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris bertanggung jawab atas situasi saat ini di Yaman.

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya, telah melakukan agresi militer terhadap Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara tersebut melalui darat, laut, dan udara.

Jumlah korban perang di Yaman mencapai 11 ribu. Lebih dari dua juta anak di Yaman menderita kekurangan gizi dan lebih dari tujuh belas juta orang Yaman, termasuk sembilan juta anak, menderita kekurangan air, sanitasi dan layanan kesehatan.

Menurut laporan Russia Today hari Selasa (27/12/2022), Ali Al-Qahoum, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman menulis dalam sebuah tweet, "Pintu perdamaian terbuka, tetapi hambatannya adalah Amerika, Inggris, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang tidak berhenti melakukan agresi terhadap Yaman dan tidak mencabut blokade. Begitu juga dalam kasus kemanusiaan seperti pembukaan kembali bandara dan pelabuhan serta pembayaran gaji pegawai pemerintah berasal dari pendapatan minyak dan gas.

"Standar ganda Amerika Serikat terhadap Yaman pasti dan jelas, dan posisi AS terhadap Yaman berbeda dengan bersikeras dan memaksakan logika superioritas kriminal dan melanjutkan perilaku agresif, tanpa menghentikan agresi dan mencabut blokade dengan mengatasi dampak agresi, dan menarik mundur pasukan agresor," tambah Al-Qahoum.

Anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah ini menyatakan bahwa rakyat Yaman memiliki tujuan untuk mendapatkan kedaulatan dan kemerdekaan serta menyelesaikan masalah mereka jauh dari perwalian asing dan mempertahankannya dengan sekuat tenaga.

Peringatkan Saudi, Yaman: Perang Lagi, Anggaran Militer Riyadh Habis

Al-Qahoum memperingatkan AS dan Inggris, Mereka dapat memilih antara perdamaian yang adil atau mengeluarkan biaya untuk keamanan mereka.

Sebelumnya, Jalal Al-Rowaishan, Wakil Pertahanan dan Keamanan Perdana Menteri Yaman, mengatakan bahwa situasi baik perdamaian maupun perang bukanlah ancaman dan kami mengandalkan persatuan bangsa dan para pejabat.

Gencatan senjata di Yaman, yang berulang kali dilanggar oleh agresor koalisi Saudi, diperpanjang satu kali sebelum ini karena mengikuti konsultasi PBB. Perpanjangan gencatan senjata selama 2 bulan ini berakhir pada 2 Agustus, yang diperpanjang lagi dan berakhir pada 2 Oktober.(sl)


342/