Nahid Khanqini, Minggu (4/12/2022) mengungkap kekacauan dan pelanggaran aturan dalam proses ekspor minyak Wilayah Kurdistan Irak. Ia menuturkan, "Di Wilayah Kurdistan Irak, hampir disepakati semua orang bahwa masalah ekspor sama sekali tidak transparan, parpol-parpol berpengaruh menyelundupkan sebagian besar minyak tanpa pengawasan apa pun, dan hanya 30 persen dari pendapatan yang masuk pemerintah." Menurut politisi Kurdistan ini, lebih dari 600.000 barel minyak setiap harinya dijual dari Wilayah Kurdistan, meski setiap barel dihargai 90 dolar, tapi krisis ekonomi tetap dirasakan, dan semua ini disebabkan tidak adanya transparansi ekspor minyak. "Minyak Wilayah Kurdistan Irak, diselundupkan melalui jalur pipa ke Turki, dan dari sana dikirim ke konsumen-konsumen luar negeri," pungkasnya.
342/