Hossein Amir Abdollahian, Jumat (28/10/2022) melakukan pembicaraan telepon dengan Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba untuk membahas perkembangan terbaru krisis Ukraina. Dalam pembicaraan telepon itu Abdollahian mengatakan, "Republik Islam Iran memiliki pengalaman perang yang dipaksakan selama delapan tahun, oleh karena itu menentang perang di Ukraina, Yaman, dan selainnya." Menlu Iran menegaskan, "Kebijakan luar negeri Republik Islam sepenuhnya transparan, dan berlandaskan pada standar-standar yang satu, serta menentang perang." "Kami siap menggelar pertemuan teknis yang dihadiri oleh para pakar militer dua negara, tanpa perantara siapa pun," imbuhnya. Abdollahian melanjutkan, "Saya yakin sebaiknya Ukraina berhati-hati supaya tidak terpengaruh beberapa politisi ekstrem Eropa." Di sisi lain Menlu Ukraina berterimakasih atas sikap Iran dan menekankan dihindarinya pengiriman senjata untuk kedua negara berseteru dalam perang di Ukraina. "Dialog delegasi teknis militer Ukraina dan Iran, memiliki urgensitas," pungkasnya. (HS)
342/