28 Oktober 2022 - 19:19
Respon Kepala Kehakiman Iran atas Insiden Penembakan di Haram Syah Cherag Shiraz

Dalam pesan belasungkawa Kepala Kehakiman Iran atas insiden teror di Haram Syah Cherag di kota Shiraz ditegaskan bahwa badan intelijen, keamanan dan penegak hukum harus cepat dan akurat mengejar semua pelaku dan penyebab kejahatan ini dan menyerahkan mereka ke pengadilan negara.

Menurut Kantor Berita ABNA, Kepala Kehakiman Republik Islam Iran Hujjatul Islam wa Muslimin Mohseni Ajei segera setelah mendapatkan informasi terkait insiden penembakan peziarah dan jamaah salat di Haram Sayid Ahmad bin Musa as atau Syah Cherag oleh kelompok teroris pada Rabu malam (6/10) di kota Shiraz mengeluarkan pernyataan dan respon tertulis.  

Mengawali pernyataan sikapnya dengan menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban dan yang luka-luka , ia kemudian memerintahkan untuk menggunakan semua fasilitas keamanan dan kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku dan dalang dari peristiwa pahit dan disesalkan tersebut. 

Hujjatul Islam Mohseni Ajei juga mengajukan kasus hukum sesegera mungkin, dan untuk menghukum pelakunya dengan hukuman berat. Dalam sebagian pesan tersebut juga dinyatakan bahwa kebencian dan permusuhan musuh-musuh jahat bangsa revolusioner dan visioner Islam Iran sedemikian rupa sehingga dalam mewujudkan konspirasi mereka untuk menangani keamanan negara, kali ini para peziarah Haram Syah Cherag menjadi sasaran panah permusuhan mereka.

Sambil berharap pemulihan dan kesehatan bagi korban luka-luka dalam insiden teroris tersebut, Kepala Kehakiman Iran juga mengharapkan agar korban jiwa mendapatkan kedamaian dan derajat syahid dari sisi Allah Swt dan kesabaran bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Disebutkan pada Rabu malam (26/10) terjadi insiden penembakan yang dilakukan kelompok teroris dalam komplek Haram Syah Cherag di kota Shiraz Iran. Menurut laporan saksi mata dan rekaman CCTV, seorang pelaku teror memasuki Haram Syah Cherag sambil menembakkan senjata api jenis AK-47 yang diarahkan kepada khadim dan ratusan peziarah yang sedang menggelat salat jamaah maghrib. Disebutkan dalam operasinya tersebut, pelaku membawa amunisi tambahan.

Menurut laporan pejabat provinsi Syiraz, pelaku dikonfirmasi sebanyak tiga orang. Insiden tersebut dalam pemberitaan terkini menelan korban jiwa dan luka-luka sebanyak 55 orang, termasuk diantaranya perempuan dan anak-anak.

Sejauh ini, 13 orang tewas dan 45 orang terluka dalam operasi teroris ini, termasuk seorang wanita dan dua anak. Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bersenjata tersebut melalui pernyataan tertulis yang dipublish melalui media sosial.