23 Oktober 2022 - 17:41
Pejabat Zionis Akui Israel di Ambang Perang Saudara

Mantan kepala dinas keamanan internal rezim Zionis memperingatkan bahaya kemungkinan perang saudara, karena friksi dan perbedaan yang meluas dan belum pernah terjadi sebelumnya di tubuh Israel.

Ada kekhawatiran tentang runtuhnya rezim Zionis di kalangan kepala keamanan dan intelijen rezim Zionis, dan beberapa dari mereka telah memperingatkan ancaman tersebut.

Menurut Pusat Informasi Palestina pada hari Minggu, Yuval Diskin, Mantan Kepala Dinas Keamanan Internal Rezim Zionis (Shabak) dalam sebuah artikel di surat kabar Zionis Yedioth Ahronoth menulis, "Israel telah menghadapi bahaya nyata dan eksistensial dalam tiga tahap,".

"Kasus pertama dan kedua terjadi pada tahun 1948 dan 1973, namun bahaya nyata ketiga yang dihadapi Israel adalah pada tahun 2022," tulis Diskin.

Pejabat rezim Zionis ini menyatakan bahwa bahaya saat ini benar-benar berbeda dari dua bahaya sebelumnya, yaitu perang dengan tentara negara-negara Arab. Sebab, bahaya yang mengancam Israel sekarang adalah bahaya disintegrasi internal dan akhirnya kerusakan sipil yang parah.

"Saya tidak pernah lebih khawatir daripada saat ini, karena selalu ada ideologi yang berbeda dan perbedaan pendapat dan pandangan. Tetapi masalahnya pada dekade kedua dan ketiga setelah tahun 2000, ideologi tersebut benar-benar berbeda dari kebijakan Israel dan berubah menjadi kebencian dan kebencian yang akan meledak, terutama sebagian kalangan pribadi memeliki kepentingan dalam percikan api tersebut," tegasnya.

Mantan ketua Shabak mengklarifikasi bahwa gelombang kebencian ini telah memulai permainan berbahaya dalam politik Israel, sehingga tidak ada yang bisa mentolerir lawannya lagi.

"Apakah masalah ini antara kaum kanan dan kiri, antara Arab dan Yahudi, antara Ashkenazi dan timur, atau antara orang-orang religius dan sekuler," papar Diskin.

"Kemauan generasi baru Israel untuk bertugas di militer, terutama di unit tempur, semakin berkurang setiap hari," ungkapnya.(PH)

342/