7 Oktober 2022 - 16:55
Lembaga Medis Forensik Iran Umumkan Penyebab Kematian Mahsa Amini

“Hasil pemeriksaan fisik tubuh dan otopsi, tes patologi, kematian yang disebutkan bukan disebabkan oleh pukulan ke kepala dan organ vital dan elemen tubuh lainnya.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Lembaga Medis Forensik Republik Islam Iran melalui pernyataan tertulis yang dikeluarkan secara resmi pada Jumat (7/10) sebagaimana yang diberitakan IRNA News mengumumkan hasil akhir penyidikan penyebab kematian Mahsa Amini menyebutkan, “Hasil pemeriksaan fisik tubuh dan otopsi, tes patologi, kematian yang disebutkan bukan disebabkan oleh pukulan ke kepala dan organ vital dan elemen tubuh lainnya.”

Teks pernyataan tersebut lebih lanjut menyatakan, “Uraian singkat tentang laporan penyebab kematian almarhumah Mahsa Amini, yang diserahkan kepada otoritas kehakiman, berdasarkan catatan rumah sakit operasi otak untuk kraniofaringioma di Rumah Sakit Milad tahun 2006, rekam medis Rumah Sakit Kasri menjelang kematiannya, pemeriksaan fisik luar dan otopsi, hasil tes toksikologi dan patologi, penyelidikan yudisial dan berbagai komite ahli khusus dan sub-spesialisasi sebagaimana ketentuan berlaku mengeluarkan pengumuman sebagai berikut:

Setelah operasi untuk tumor otak craniopharyngioma pada usia 8 tahun, yang bersangkutan memiliki kelainan pada sumbu hipotalamus-hipofisis yang penting dan kelenjar di bawah komandonya (termasuk adrenal dan tiroid). Karena penyakit yang mendasari ini, yang bersangkutan dirawat dengan obat hidrokortison, levothyroxine dan desmopressin.

Pada 13 September 2022 pukul 19:56, ia tiba-tiba kehilangan kesadaran dan kemudian jatuh ke lantai, karena penyakit yang dideritanyanya, yang bersangkutan tidak memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengimbangi dan beradaptasi dengan situasi tersebut. Gangguan ritme dan penurunan tekanan darah dan kemudian penurunan tingkat kesadaran karena operasi resusitasi jantung-pernafasan yang tidak efektif pada menit-menit kritis pertama. Dukungan pernapasan yang diberikan oleh petugas gawat darurat tidak berhasil dan meskipun telah dipindahkan ke rumah sakit dan telah mendapatkan upaya perawatan medis dari petugas gawat darurat serta staf medis RSUD Kasari, pasien kemudian meninggal dunia karena kegagalan organ multipel (MOF) yang disebabkan oleh hipoksia serebral pada 16 September 2022.”

Dengan keluarnya pernyataan resmi dari Lembaga Medis Forensik ini membantah dugaan penyebab kematiaan Mahsa Amini disebabkan oleh tindakan kekearasan aparat keamanan yang telah menahannya karena telah melanggar aturan berjilbab. Pada 13 September 2022 Mahsa Amini (22 tahun) seorang gadis Iran dari Sanandaj Kurdistan dalam perjalanannya ke Tehran ditahan oleh unit kesatuan polisi akhlak karena dianggap melakukan pelanggaran aturan berjilbab. Jenis pelanggaran yang dilakukannya mengharuskannya mengikuti kelas bimbingan dan pengarahan selama 45 menit. Namun saat menunggu kelas bimbingan dimulai, Mahsa Amini terjatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis, ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Kasri di Tehran dan mendapatkan perawatan. Pada 16 September 2022 pihak rumah sakit menyatakan kematiannya.

Kematian Mahsa Amini memicu dugaan telah terjadi tindakan kekerasan oleh aparat. Meski tidak ada bukti, dugaan tersebut tersebar dan menjadi konsumsi publik internasional. Media-media asing memberitakan secara massif bahwa Mahsa Amini tewas oleh kekerasan aparat kepolisian Iran. Aksi unjuk rasa mengecam kekerasan aparat kepolisian meluas di sejumlah kota besar di Iran. Dalam aksi tersebut, pengunjukrasa menyerang aparat kepolisian dan merusak sejumlah fasilitas publik termasuk menyerang warga yang tidak bergabung dalam aksi. Kerusuhan yang ditimbulkan aksi tersebut memicu kemarahan rakyat Iran. Jutaan warga Iran di 80 kota besar dan kecil menggelar aksi serentak mengecam aksi brutal ratusan orang yang menunggangi isu kematian Mahsa Amini. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei, dalam pidatonya pada Senin (3/10) menyebut aksi rusuh yang menyerang kepolisian dan merusak fasilitas publik untuk menimbulkan ketidak amanan dengan menunggangi isu kematian Mahsa Amini dilakukan oleh orang-orang bayaran Amerika Serikat dan rezim Zionis.