Menurut Kantor Berita ABNA, Brigjen Siavash Mihandoust Senin (25/4/2022) malam mengatakan,"Keberadaan sistem pemantau artileri cerdas ini menunjukkan keberhasilan Republik Islam,".
"Sistem ini telah dirancang dan dibangun dengan mengandalkan para ahli Iran dan menggunakan kapasitas akademik dan pengetahuan, tanpa mengambil model dari negara manapun," ujar Mohandoust.
"Sistem ini dapat memfasilitasi kegiatan tim penembak dan memantau penembakan beberapa meriam dari jarak yang cukup jauh untuk petugas penembakan dan mengendalikan titik bidik secara lebih akurat," tegasnya.
Amir Mihandoust mengatakan bahwa dalam sistem ini, akurasi, kecepatan dan efektivitas tembakan artileri berlipat ganda dan keamanan pasukan terjamin.(PH)
342/