Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Javad Owji, Kamis (31/3/2022) malam menuturkan, "Seiring dengan dilakukannya sejumlah langkah efektif di ladang minyak, baik di daratan maupun perairan, pengeboran sumur-sumur baru, rekonstruksi, dan modernisasi fasilitas serta pusat-pusat penyimpanan minyak, hasilnya hari ini kapasitas produksi minyak Iran, kembali ke masa sebelum sanksi."
Ia menambahkan, "Di sektor gas juga telah dilakukan sejumlah langkah yang baik oleh perusahaan minyak dan gas nasional di musim dingin, sehingga tingkat produksi tertinggi di Pars Selatan mencapai angka 705 juta meter kubik per hari."
Menurut Menteri Perminyakan Iran, berkat pengenalan konsumen, dan pasar-pasar baru, penggunaan beragam metode dalam kontrak-kontrak minyak, serta pemanfaatan tenaga kerja yang berkomitmen dan ahli, penjualan minyak sekarang mengalami peningkatan.
Berlanjutnya operasi militer Rusia di Ukraina, dan serangan balasan terbaru Yaman, ke kilang minyak Aramco, Arab Saudi, menyebabkan harga minyak dunia melonjak tinggi.
Setelah diserang, Saudi mengumumkan tidak bertanggung jawab terkait keseimbangan harga minyak dunia, dan masalah ini menyebabkan harga minyak terus bergerak maju. (HS)
342/