Menurut Kantor Berita ABNA, sekelompok ulama Sunni, Imamiyah dan Sufi India dalam perjalanannya ke Iran berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat Lembaga Internasional Ahlulbait as di kota Qom Republik Islam Iran yang disambut oleh Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani di ruang kerjanya.
Ayatullah Ramezani mengatakan dalam sambutannya dalam pertemuan tersebut, "Cinta ilahi adalah kebenaran yang ketika itu mencakup semua orang, itu mencakup seluruh keberadaan, dan dia tidak memikirkan siapa pun selain Tuhan."
"Ketika seseorang ingin mencapai cinta sejati ini, dia harus memanfaatkan alat dan sarana yang telah Tuhan berikan, yang juga merupakan pelindung ilahi. Orang tua dapat memainkan peran penting dalam menghubungkan kita dengan kasih ilahi." Tambahnya.
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as menyatakan bahwa jika cinta itu nyata, manusia akan mencapai cinta Tuhan. Ia berkata, "Dalam doa ziarah Imam Hadi as kita membaca, Barangsiapa mentaatimu pasti taat kepada Allah, dan barang siapa mendurhakaimu juga telah mendurhakai hak Allah. Begitupun Sayidah Fatimah sa berkata, bahwa sesungguhnya, kebenaran dan realitas semua kebahagiaan dan keselamatan akan berada dalam persahabatan dengan Imam Ali as selama hidupnya dan setelah kematiannya."
Ayatullah Ramezani berkata, "Jika cinta ini tersebar di seluruh dunia, kita akan merasakan dan melihat surga di dunia ini. Adalah penting bahwa mereka yang memiliki cinta dalam hati dan jiwa mereka mengajarkannya kepada orang lain, dan ini adalah tugas penting para mistikus. Selain cinta, harus ada ketaatan yang sejati."
Di bagian lain dari penyampaiannya mengacu pada kepribadian Mulla Sadra, seorang arif dan pendiri maktab filsafat hikmat muta'aliyah, ia menambahkan, "Mulla Sadra setiap berhadapan dengan masalah keilmuan yang sangat sulit dia pecahkan, dia akan berziarah ke makam Sayidah Fatimah Maksumah sa dan bertawassul, setelah itu masalahnya terpecahkan."
Perwakilan warga Gilan di Majelis Ahli ini lebih lanjut menambahkan, "Mulla Sadra memiliki penafsiran bahwa seorang mistikus harus melalui empat tahap untuk menyelesaikan perjalanan spritualnya, dan ia mendasarkan bukunya yang berjudul Hikmah Muta'aliyah dalam empat perjalanan atas dasar ini. Empat perjalanan, menurut karya dan ajaran mistik, adalah langkah praktis untuk mencapai Tuhan. Perjalanan pertama: Perjalanan dari makhluk menuju Tuhan. Perjalanan kedua, perjalanan bersama Tuhan dalam Tuhan. Perjalanan ketiga, perjalanan dari Tuhan menuju makhluk bersama Tuhan. Dan perjalanan keempat, perjalanan pada makhluk bersama Tuhan."
Ayatullah Ramezani berkata, "Ketika seseorang mencapai tahap ini, dia tidak takut kepada siapa pun selain Tuhan. Imam Khomeini (ra) dengan sekuat tenaga setelah mencapai maqam ini, ia mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat membuatnya takluk dan menyerah. Begitupun muridnya, yaitu Imam Khamenei yang juga mencapai tahap yang sama, mengatakan bahwa musuh kemanusiaan tidak dapat melakukan menaklukkan kebenaran yang diperjuangkannya."
"Tugas paling penting dari mistikus sejati adalah untuk mengetahui musuh kemanusiaan dan martabat manusia." Tegansya.
Ayatullah Ramezani, untuk menghormati warisanImam Khomeini, menyatakan,"Almarhum Imam memperkenalkan dunia saat ini dan generasi muda dengan bidang pengetahuan dan mistisisme. Menurut mereka, mistik berarti orang yang hatinya penuh cinta Tuhan, tetapi berada di tengah-tengah manusia dan menjadikannya kekasih Tuhan. Di medan perang, ada anak-anak muda yang mencintai maktab ini, seperti Haji Qassem Soleimani, yang sepanjang umurnya dia habiskan di medan perang dan menjadi syahid di jalan yang benar."