Menurut Kantor Berita ABNA, pada saat yang sama dengan agresi koalisi Arab-Barat-Israel yang semakin intensif dalam menyerang rakyat Yaman yang tertindas, konferensi internasional "Analisa Dimensi Agresi di Yaman" terselenggara pada Sabtu (5/2) oleh Forum Internasional Ahlulbait as bekerjasama dengan sejumlah lembaga terkait.
Berbicara pada konferensi tersebut, Dr. Dina Sulaiman, peneliti di Indonesia Center for Middle East Studies (ICMES) menggambarkan invasi Yaman sebagai salah satu bencana terburuk. Ia mengatakan, "Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menyebabkan terbantainya warga sipil laki-laki, perempuan dan anak-anak Yaman yang tidak berdosa di tengah kebungkaman masyarakat dunia."
Pakar geopolitik Timur Tengah ini melanjutkan, "Laporan menyatakan bahwa hampir sebelas juta anak-anak dan perempuan berada dalam ketidakamanan. Mereka terancam penyakit mematikan seiring dengan kurangnya fasilitas kesehatan dan pasokan makanan."
"Laporan mengatakan bahwa organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan tidak bersedia untuk mengatasi masalah ini." Tambahnya.
Menjelaskan ideologi Saudi, Dr. Dina Sulaiman mengatakan, "Arab Saudi dan sekutunya berusaha menciptakan kerusuhan di antara kelompok-kelompok yang ada untuk menciptakan ketidakstabilan di Yaman. Termasuk melalui propaganda media, Saudi berusaha melemahkan kekuatan gerakan Ansarullah Yaman yang selama ini justru banyak membantu rakyat Yaman terutama dalam membangun kekuatan nasional melawan permusuhan dan pelanggaran Saudi."
Lebih lanjut Dina Sulaeman menyinggung legalitas Arab Saudi dalam mendukung seorang diktator di Yaman untuk kembali memegang kekuasaan. "Atas dasar apa itu dilakukan? haruskah seorang pemimpin mendapatkan kembali legitimasinya dan kembali ke negaranya dengan mengebom rakyatnya sendiri? Apakah ini berarti demokrasi dan kebebasan?"
Mengkritik penghancuran infrastruktur ekonomi dan sosial Yaman oleh Arab Saudi, penulis sejumlah buku mengenai kajian timur tengah ini mengatakan, "Arab Saudi dan sekutu-sekutunya dari Barat dan Amerika Serikat berusaha untuk menggunakan sumber daya Yaman, dan banyak negara baik di kawasan maupun dunia telah menutup mata terhadap pelanggaran ini."
Dr. Dina Sulaiman juga menggambarkan gerakan Ansarullah sebagai kekuatan rakyat Yaman dalam menghadapi agresor Saudi."Kelompok-kelompok ini aktif membangun gerakan rakyat dalam menghadapi serangan Saudi. Mereka tidak akan pernah menyerah dan akan bersatu untuk menggagalkan ambisi Saudi."