Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,"Setelah penghapusan Syahid Soleimani secara fisik, pelopor perang kontra-terorisme, ia juga tetap diteror di dunia maya. Puluhan juta postingan tentang pahlawan besar ini telah dihapus oleh Instagram dengan dalih apa yang disebut kebijakan kekerasan," tweet Gharibabadi pada Senin (3/1/2022) seperti dikutip kantor berita IRNA.
"Saya mengajak orang-orang di seluruh dunia, termasuk rekan-rekan saya di Iran, untuk menyampaikan keluhan atau keberatan mereka atas tindakan anti-HAM ini kepada @IreneKhan, pelapor khusus tentang pemajuan dan perlindungan kebebasan berekspresi, dan kepada @mbachelet, Komisaris Tinggi HAM PBB dan Presiden Dewan HAM," imbuhnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan keluarga dan panitia haul Syahid Soleimani pada 1 Januari, mengatakan penghapusan Syahid Soleimani oleh kekuatan arogan di dunia maya adalah bukti dari ketakutan mereka akan nama syahid ini.
"Mereka takut akan tersebarnya keteladanan yang luhur ini," tambahnya. (RM)
342/