Menurut Kantor Berita ABNA, seorang warga Turki yang berpartisipasi dalam pawai Arbain tahun ini dalam wawancaranya dengan kontibutor ABNA mengatakan, "Imam Husain as adalah keindahan Islam dan merupakan sosok yang unik bagi semua Muslim dan orang-orang di dunia. Islam adalah agama yang besar dan Islam adalah madrasah untuk semua orang.
Jafar Tashudmir lebih lanjut menambahkan, Imam Husain as ada di hati kami. Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa Ahlulbait as adalah bahtera keselamatan. Dalam hadis disebutkan semua yang menaiki bahtera tersebut akan selamat dan hidupnya diberkati."
Terkait perasaannya dalam menghadiri peringatan Hari Arbain di Irak,"Sangat sulit untuk mengungkapkan perasaan saya dalam beberapa kalimat. Intinya, kami datang ke Longmarch Arbain ini untuk mengatakan "Labbaik ya Husain!",
Tashudmir penduduk kota Istanbul Turki mengatakan tentang pesan Pawai Arbain, “Pawai Arbain adalah peringatan keagamaan di dunia Islam yang digelar di Irak dengan para peziarah berjalan kaki menuju Karbala. Para pengikut Imam Husain as sangat antusias dengan longmarch setiap tahun."
“Ribuan warga Syiah Turki telah mengambil bagian dalam prosesi Arbain tahun ini,” katanya, mengacu pada masalah mendapatkan visa.
"Saya mengajak semua orang untuk menghadiri Longmarch Arbain dan melihat suasana langsung di Irak." Ungkap warga Turki tersebut. Ia lebih lanjut menyebut dirinya telah mengambil bagian dari Pawai Arbain.
"Sebelum wabah Corona, ada sekitar 25 hingga 30 juta peziarah di Arbain Walk, dan ini luar biasa. The Arbaeen Walk memiliki suasana dan suasana yang tak tertandingi di mana pun di dunia." Terangnya.
"Ini adalah pertama kalinya saya di Irak," katanya tentang jamuan rakyat Irak. "Saya harus mengatakan bahwa rakyat Irak sangat rendah hati. Orang Irak membuka pintu mereka dan ramah, dan jumlah keramahan ini luar biasa." Pungkasnya.
Longmarch Arbain adalah ritus yang berusia 14 abad yang sampai saat ini masih terjaga. Orang dengan jumlah yang sangat besar berjalan kaki dari berbagai kota di Irak menuju Karbala untuk memperingati Hari Arbain di pusara Imam Husain as tepat pada 20 Safar setiap tahunnya. Pejalan kaki harus menempuh jarak puluhan sampai ratusan kilo meter untuk mencapai Haram Imam Husain as di jantung kota Karbala.
Ritus longmarch Arbain ini, tidak hanya diikuti warga Irak, tapi juga melibatkan peziarah dari berbagai negara. Bagi peziarah dari luar negeri, berjalan kaki di mulai dari kota Najaf. Para peziarah tidak harus membawa bekal perjalanan, sebab sepanjang jalan warga setempat yang dilalui akan memberikan pelayanan gratis baik dalam memberikan tempat peristrahatan maupun dalam penyajian makanan.