Menurut Kantor Berita ABNA, Naftali Bennett meluncurkan peninjauan kebijakan Israel terkait Iran, untuk disepakati sebelum pertemuan dirinya dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang kemungkinan akan dilakukan pada akhir Juli 2021," tulis situs Axios, Rabu (7/7/2021).
PM Israel mengaku akan melakukan perubahan dalam beberapa kebijakan, dan memberikan perhatian khusus pada Iran.
Meski Benjamin Netanyahu dan Naftali Bennett keduanya berasal dari kelompok politisi ekstrem garis keras terkait Iran, kata Axios, namun PM baru Israel bermaksud mengarahkan kebijakan Tel Aviv ke jalur yang baru.
Masalah utamanya adalah apakah Israel lebih diuntungkan dengan kondisi saat ini, yaitu tanpa kesepakatan JCPOA, dan Iran terus memacu program nuklirnya, atau ketika AS dan Iran kembali ke kesepakatan JCPOA. (HS)
342/