7 Juli 2021 - 11:30
Iran Produksi Pelat Silicide dengan Uranium 20 Persen Iran, AS Berang

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menyebut keputusan Iran untuk memproduksi pelat bahan bakar nuklir dengan uranium 20 persen sebagai langkah mengkhawatirkan, dan Iran harus kembali ke pembicaraan Wina.

Menurut Kantor Berita ABNA, Jubir Kemenlu AS, Ned Price hari Selasa (6/7/2021) menanggapi laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang kegiatan nuklir Iran dengan menyampaikan kekhawatiran bahwa Iran lebih memilih tidak mengintensifkan pemenuhan kewajibannya.

"Kami sedang menempuh jalur diplomasi karena percaya ini cara terbaik dan paling efektif," ujar Price.

Pernyataan senada juga disampaikan Troika Eropa dalam sebuah pernyataan tentang keputusan baru Iran untuk memproduksi logam bahan bakar dengan uranium yang diperkaya hingga 20 persen.

Para menteri luar negeri Prancis, Jerman dan Inggris menuduh Iran melanggar kesepakatan nuklir, tanpa menyinggung sama sekali pelanggaran yang mereka lakukan terhadap JCPOA. 

Kazem Gharibabadi, Duta Besar Iran dan Wakil Tetap Iran Untuk Organisasi Internasional di Wina mengatakan, program Organisasi Energi Atom Iran untuk memproduksi pelat bahan bakar silicide untuk digunakan dalam reaktor Tehran telah diberitahukan kepada IAEA 9 hari yang lalu dan urusan operasionalnya dimulai segera.

"Bahan bakar silicide adalah jenis bahan bakar nuklir modern yang teknologinya hanya tersedia untuk segelintir negara, dan secara signifikan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi radiofarmasi, sekaligus menjadikan Republik Islam Iran salah satu negara terkemuka di bidang teknologi nuklir," tegasnya. (PH) 

342/