Menurut Kantor Berita ABNA, Pesawat Airbus yang membawa 290 penumpang dan awak itu dirudal pada ketinggian 12 ribu kaki oleh kapal perang Amerika Serikat, USS Vincennes di perairan Teluk Persia.
Penumpang yang gugur mencakup 66 anak-anak, 53 wanita, dan 46 warga negara asing.
Penerbangan IR655 terkena tembakan dua rudal dari USS Vincennes, kemudian meledak dan jatuh di dekat Pulau Hengam, Iran.
Setelah insiden itu, para pejabat Washington mengemukakan alasan yang saling bertentangan untuk menjustifikasi kejahatannya. Mereka mengesankan tindakan bermusuhan ini sebagai sebuah kesalahan.
Namun, USS Vincennes dilengkapi dengan peralatan canggih termasuk radar dan sistem komputer, dan pesawat yang sedang mengudara pun sangat jelas tipenya.
Hari ini, para keluarga korban tragedi tersebut kembali mendatangi lokasi kejadian di Teluk Persia untuk mengenang saudara mereka dalam upacara tabur bunga. (RM)
342/