24 Mei 2021 - 11:59
Surat Sekjen Jihad Islam Palestina kepada Rahbar; Pujian atas Peran Iran di Kemenangan Muqawama

Muqawama Palestina di perang menentukan yang berlangsung selama 12 hari kembali berhasil memaksakan kekalahan kepada rezim Zionis Israel.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pertanyaan di sini, bagaimana kemenangan besar ini terealisasi dan elemen apa saja yang berperan di dalamnya ?

Salah satu indeks penting di kemenangan ini adalah munculnya kekuatan keras dan lunak muqawama yang bersatu di medan tempur. Di kemenangan ini, faksi muqawama berterima kasih atas bantuan dan dukungan Iran terhadap bangsa tertindas Palestina.

Sekaitan dengan ini, Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah di suratnya kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei yang dirilis Sabtu (22/5/2021) seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan Iran terhadap bangsa Palestina, menulis, "Di kesempatan bersejarah ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Anda dan saudara kami di pasukan Quds yang selama bertahun-tahun, selangkah demi langkah menyertai kami dan setiap kemapuan, teknologi dan bantuan yang dimiliki, kalian berikan dengan ikhlas kepada kami, sehingga tercapai hari besar dan penuh berkah seperti saat ini."

Sekjen Jihad Islam Palestina seraya menghormati Syahid Qassem Soleimani mengingatkan, "Di hari bahagia seperti ini, kami sangat merasa kehilangan beliau."

Berbagai faksi muqawama Palestina sepakat atas peran unggul Syahid Soleimani dalam mendukung Quds dan isu Palestina. Syahid Soleimani dan pasukan Quds IRGC memainkan peran unggul dalam meningkatkan perlawanan bersenjata di Jalur Gaza.

Nasser Abu Sharif, wakil Jihad Islam Palestina di Iran, terkait hal ini mengatakan, "Dukungan Iran yang membuat kubu muqawama Palestina mampu melawan Israel. Iran sejak awal menjadikan dukungan terhadap isu Palestina menjadi prioritas di seluruh bidang termasuk politik, spiritual, material dan lainnya, serta Iran senantiasa meniti jalan ini."

Faktanya peran Syahid Soleimani di pembentukan poros muqawama di kawasan dan penyatuan berbagai poros in di isu Palestina sangat besar. Tujuan terpenting Amerika meneror Syahid Soleimani adalah melemahkan poros muqawama di kawasan. Amerika tidak pernah mampu meraih ambisinya melawan dan melemahkan poros muqawama ini.

Pada dasarnya salah satu karakteristik yang memperkuat kekuatan lunak muqawama adalah kebebasan sebagai salah satu tujuan Revolusi Islam dan Republik Islam Iran.

Dalam menganalisis dimensi tren ini, 5 indikator penting dapat disebut sebagai sasaran strategis muqawama:

Tujuan pertama, menciptakan kohesi dan sinergi kekuatan di antara seluruh kubu penuntut kebebasan dan hak di Dunia Islam.

Kedua, memperkokoh spirit perlawanan dengan dipadukan dengan inisiatif dan kreativitas dalam metode pertempuran dalam bentuk gerakan yang kuat, luhur dan mencari hak.

Ketiga, memberi identitas dan mencerahkan muslim atas kondisi yang ada.

Gerakan muqawama mampu memberi pencerahan khususnya kepada komunitas Islam atas identitas, kondisi politik dan sosial yang ada, serta ketidakadilan di sistem internasional. Kubu muqawama juga memberikan pemahaman yang benar atas potensi dan kemampuannya kepada komonitas Islam.

Keempat, membaca dan mengenalkan kembali masalah pendudukan Palestina bagi seluruh umat Islam di dunia, yang dibentuk pada level tertinggi dalam pertempuran Quds.

Kelima, melawan arus sesat di Dunia Islam yang berusaha merusak citra Islam dengan berbagai cara serta mendistorsi Islam sebenarnya.

Seluruh tujuan ini menunjukkan bahwa kemenangan perang Pedang Quds sebuah peristiwa besar yang di bawah payung perlawanan mampu mengeluarkan diplomasi dari konteks tradisionalnya dan memberikan arena baru bagi peran ideologi perlawanan hingga kemenangan final. (MF)

342/