Menurut Kantor Berita ABNA,Hal itu disampaikan Brigjen Hajizadeh pada acara pelantikan komandan baru Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya di Tehran, seperti dilansir IRNA, Senin (10/5/2021).
"Pengoperasian sistem-sistem tersebut membutuhkan sebuah pusat komando dan pengendalian yang sangat akurat. Ini adalah tugas defensif yang berbeda dari tugas ofensif," tambahnya.
Brigjen Hajizadeh menjelaskan bahwa pangkalan pertahanan udara ini adalah pangkalan gabungan militer dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
"Pasukan IRGC bersama dengan militer akan hadir di pangkalan pertahanan udara ini dan saling membantu dalam mengelola berbagai sistem tersebut," ujarnya. (RM)
342/