Menurut Kantor Berita ABNA, Hal itu disampaikan Nebenzia dalam pertemuan virtual Dewan Keamanan PBB yang dilaksanakan Rabu (28/4/2021) malam, seperti dikutip Tasnimnews.
"Kami menyesali fakta bahwa beberapa negara Barat menentang rencana pemilu presiden di Suriah dan menyatakan itu tidak sah. Prasangka yang tergesa-gesa seperti itu tidak dapat diterima," tambahnya.
Nebenzia menjelaskan bahwa terlepas dari semua kesulitan, pemerintah Damaskus telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan efisiensi sistem pemerintahan.
"Kami berharap semua negara berhenti mencoba menciptakan kabar miring tentang pemilu di Suriah, di mana tidak ada hubungannya dengan tugas-tugas Komisi Konstitusi Suriah," imbuhnya.
Pemilu presiden Suriah akan diselenggarakan pada 26 Mei 2021. Saat ini 51 orang termasuk Bashar al-Assad, telah mengumumkan pencalonannya sebagai presiden. Pemilu sebelumnya di Suriah diadakan pada tahun 2014. (RM)
342/