Menurut Kantor Berita ABNA, Mohammad Bagher Ghalibaf, Minggu (18/4/2021) menuturkan, pengayaan uranium 60 persen membuktikan kepada musuh bahwa industri nuklir Iran, merupakan industri dalam negeri.
Ia menambahkan, "Semua langkah tak terukur dan tekanan tidak bisa mempengaruhi tekad nasional bangsa Iran."
Menurut Ketua Parlemen Iran, tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan kemajuan Iran, dan pengayaan uranium 60 persen merupakan jawaban terhadap musuh yang ingin merusak keunggulan Iran dalam perundingan nuklir Wina.
Ghalibaf menegaskan, "Belenggu-belenggu industri nuklir harus dipatahkan sehingga bisa digunakan untuk menghentikan semua sanksi."
Ketua Parlemen Iran menjelaskan, "Dengan melancarkan teror di Natanz, musuh berusaha melemahkan posisi Iran dalam perundingan nuklir." (HS)
342/