Menurut Kantor Berita ABNA, "Saat ini kami memiliki 120.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia. Kami ingin memvaksinasi 1,3 juta orang yang masuk kategori prioritas hingga satu bulan ke depan," kata Alireza Raeesi pada Kamis (18/1/2021).
Dia mencatat bahwa mata rantai penyebaran Covid-19 akan terputus jika dua pertiga masyarakat sudah divaksin. Namun, tidak seorang pun boleh menganggap dirinya aman setelah mendapatkan dosis pertama atau bahkan dosis kedua vaksin, karena butuh waktu lama untuk menaikkan antibodi.
Raeesi lebih lanjut menjelaskan Iran sejauh ini mencatat 21 kasus virus Corona mutasi Inggris, di mana empat di antaranya meninggal dunia. (RM)
342/