Menurut Kantor Berita ABNA, Hamid Abdul Qadir Antar Sabtu (13/2/2021) dini hari saat diwawancarai IRNA menambahkan, pengumuman dihentikannya bantuan Amerika kepada Arab Saudi di serangan ke Yaman belum cukup dan jika Amerika serius ingin menerapkan perdamaian, maka Washington harus merilis resolusi internasional untuk menghentikan perang dan mengakhiri blokade darat, udara dan laut di Yaman.
"Amerika harus mengakhiri partisipasinya di pembunuhan rakyat Yaman, perang dan blokade terhadap negara ini serta mengumumkan Arab Saudi sebagai negara agresor, meminta kerugian yang alami bangsa Yaman dari agresor, serta membentuk dana rekonstruksi serta membayar ganti rugi kepada korban perang," tambah Antar.
Petinggi Yaman ini menekankan, kekuatan kubu arogan dan anasir bayarannya setelah enam tahun masih gagal dan bahkan mereka tidak berhasil meraih satupun ambisinya. Mereka juga menyaradi bahwa berlanjutnya perang dan blokade Yaman dapat mengobarkan api perang di seluruh kawasan, oleh karena itu, mereka mulai mengubah kebijakannya.
Penasihat perdana menteri Yaman ini menambahkan, jika perang ini tidak dihentikan, maka bangsa Yaman tidak memiliki solusi lain kecuali berjuang dan melakukan perlawanan hingga meraih kemenangan penuh.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah neagra lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
342/