Menurut Kantor Berita ABNA, Biro Kontrol Aset Asing Departemen Keuangan AS pada Jumat (8/1/2021) malam, memasukkan nama Falih al-Fayyadh, ketua Gerakan Hashd al-Shaabi dalam daftar sanksinya.
Hizbullah Lebanon, seperti dikutip Farsnews, Sabtu (9/1/2021) dalam sebuah statemen mengatakan, sanksi tersebut merupakan mata rantai kejahatan AS terhadap Irak dan rakyatnya.
"Pemicu utama sanksi ini karena sikap tegas al-Fayyadh terhadap kehadiran AS di wilayah Irak dan peran Gerakan Hashd al-Shaabi dalam menumpas teroris Daesh," tegasnya.
Falih al-Fayyadh sebelumnya memperingatkan tentang konspirasi untuk merusak citra Gerakan Hashd al-Shaabi di Irak.
342/