Menurut Kantor Berita ABNA, Nicolas Maduro, Senin (28/9) menuturkan, Kuba, Nikaragua, Suriah, Iran dan negara bersaudara lainnya di dunia, berhak menentukan sendiri nasibnya, dan berhak memiliki perdamaian serta ketenangan.
Ia menambahkan, disini kami berdiri dalam perdamaian dengan kemuliaan sejarah kami, dan siap menghadapi tantangan, serta kemenangan baru.
Maduro menegaskan, kami bangsa independen, dan merdeka yang menuntut diakhirinya penyiksaan, dan blokade yang mengancam kemajuan, serta pembangunan rakyat.
Presiden Venezuela dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-75 menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian global, dan meminta penghentian semua aksi sepihak Washington terhadap seluruh individu, dan negara berdaulat. (HS)
342/